Ilmuwan Selidiki Penyebab Varian Omicron Punya Banyak Mutasi

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Varian virus corona omicron, yang terdeteksi di Afrika Selatan pada 25 November lalu, memiliki lebih dari 30 mutasi pada protein lonjakan.

Protein ini memungkinkan virus menginfeksi dan mengambil alih sel manusia, serta menjadi target utama sebagian besar vaksin Covid-19.

baca juga: Kenapa Creatine Digunakan Atlet dan Tidak Termasuk Doping?

Mutasi yang sama pada varian sebelumnya, alpha dan delta, dapat membuat virus lebih menular, menghindari sistem kekebalan dan vaksin. Namun, ilmuwan belum mengetahui apakah dampaknya akan sama pada omicron.

Sebuah studi pra-cetak baru yang dirilis ilmuwan Afrika Selatan pada Kamis (2/12/2021), menunjukkan bahwa omicron tiga kali lebih mungkin menyebabkan infeksi ulang. Namun, studi ini belum diterbitkan dalam jurnal ilmiah.

baca juga: Politisi NasDem: Jangan Hanya Fokus Penanganan Pandemi Covid-19, Imunisasi Dasar Lengkap Penting

Menurut Scientific American, mutasi berkembang secara spontan ketika virus bereplikasi dan menyebar.

Para ilmuwan sekarang sedang mencoba memahami bagaimana omicron memiliki banyak mutasi dalam waktu yang tampaknya singkat.

baca juga: Belum Juga Vaksinasi COVID-19, Djokovic Kini Juga Terancam Gagal Berpartisipasi di Roland Garros

Mereka telah memperkirakan beberapa teori. Satu kemungkinannya adalah bahwa SARS-CoV-2 mulai menyebar dan bermutasi pada kelompok orang yang terisolasi, di mana virus memiliki kesempatan untuk berubah secara dramatis dibandingkan varian lain.

Lalu, virus yang sudah bermutasi menular ke populasi yang lebih besar.

baca juga: Darul Siska Pertanyakan Harga Obat Diatas HET, Minta Kemenkes Turun Tangan

Teori lainnya, virus corona telah bermutasi pada satu orang sebelum menemukan inang baru.

"Ini bisa terjadi pada orang dengan kekebalan lemah, seperti pengidap HIV," jelas ketua vaksinologi Anna-Lise Williamson di University of Cape Town.

Afrika Selatan memiliki epidemi HIV terbesar di dunia, dengan lebih dari tujuh juta orang terinfeksi virus. Negara-negara tetangganya juga mempunyai kasus HIV yang meluas.

Hipotesis ini muncul dengan dasar gagasan bahwa orang dengan gangguan sistem kekebalan akan menghasilkan sel B yang memicu respons antibodi.

"Hal itu menghasilkan perang senjata antara virus dan antibodi," sambung Williamson.

Respons sel B lemah tidak menciptakan antibodi yang cukup untuk melawan virus sepenuhnya. Akibatnya, hal itu akan menekan urutan genetik protein lonjakan agar bermutasi demi menghindari antibodi.

Hipotesis lain mengapa omicron memiliki banyak mutasi adalah bahwa virus corona berevolusi pada inang hewan, yang kemudian menginfeksi manusia kembali.

"Pada spesies lain, virus akan menghadapi jenis tekanan kekebalan yang berbeda, sehingga dapat mengumpulkan bebeapa mutasi secara cepat," duga ahli virologi Gonzalo Bello dari Oswaldo Cruz Institute di Rio de Janeiro.

Namun, untuk memahami sepenuhnya bagaimana dan di mana omicron muncul, ada baiknya menemukan pasien atau masyarakat pertama yang terinfeksi varian ini. Tetapi mengidentifikasi pasien nol suatu varian itu sulit.

Editor: Eko Fajri