Awas, Kolesterol Tinggi Juga Bisa Pengaruhi Kesehatan Mata

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Selain berkaitan dengan penyakit kronis seperti hipertensi dan penyakit jantung, kolesterol tinggi juga dapat berdampak pada kesehatan mata. Penumpukan kolesterol dapat mempersempit pembuluh darah.

Ketika penumpukan kolesterol ini terjadi dalam pembuluh darah di area mata, maka dapat timbul berbagai gangguan pada penglihatan atau perubahan pada tampilan mata. Inilah berbagai kondisi yang bisa muncul sebagai dampak komplikasi kolesterol tinggi pada mata:

Xanthelasma

baca juga: Menkominfo Jelaskan Alasan Pemerintah Terapkan Pengetatan Kegiatan Nataru

Xanthelasma adalah kondisi di mana munculnya gumpalan berwarna kekuningan di sekitar kelopak mata. Gumpalan ini merupakan endapan lemak dari deposit kolesterol yang menumpuk di bawah kulit. Kondisi ini adalah subtipe dari xanthoma yang paling umum. Xanthoma sendiri mengacu pada pengendapan kolesterol di berbagai area tubuh. Bisa dibilang, setengah dari pasien yang memiliki xanthelasma juga memiliki kadar kolesterol tinggi. Gumpalan kuning yang muncul di kelopak mata umumnya tidak menyakitkan atau terasa gatal. Meski demikian, gumpalan dapat tetap bertahan meskipun Anda telah melakukan pengobatan untuk mengurangi kolesterol. Bila pasien merasa tak nyaman atau terganggu dengan tampilannya, dokter bisa melakukan prosedur penghilang gumpalan melalui chemical peeling, operasi, laser, atau cryotherapy.

Oklusi pada arteri dan vena retina

baca juga: Bukan untuk Alat Bantu Seks Wanita, Ini Sebenarnya Fungsi Vibrator

Dikenal sebagai stroke di mata, kondisi ini merupakan penyumbatan kolesterol pada salah satu pembuluh darah yang memasok nutrisi ke retina, jaringan saraf peka cahaya yang melapisi bagian belakang mata. Penyumbatan ini menyebabkan berkurangnya oksigen yang sampai ke sel-sel saraf pada retina, sehingga dapat menyebabkan kehilangan penglihatan yang drastis.

Arcus senilis

baca juga: Ilmuwan Selidiki Penyebab Varian Omicron Punya Banyak Mutasi

Arcus senilis adalah kemunculan cincin putih atau abu-abu yang melingkar di sisi luar kornea. Sebenarnya, kondisi mata ini lebih umum terjadi pada orang-orang yang sudah lanjut usia. Lain halnya bila arcus senilis muncul saat Anda masih berusia muda, bisa jadi ini adalah tanda bahwa Anda memiliki kadar kolesterol atau trigliserida yang tinggi. Pada orang-orang yang memiliki kelebihan lipid akibat turunan genetik, cincin mata ini biasanya muncul sebelum usia 45 tahun. Arcus senilis disebabkan oleh timbunan lemak di tepi kornea. Serupa dengan xanthelasma, arcus senilis tidak mempengaruhi penglihatan dan biasanya juga tidak memerlukan pengobatan.

Glaukoma

baca juga: Tidak Hanya Asma, Ini Penyebab-penyebab yang Bisa Sebabkan Sesak Napas

Penyakit kerusakan pada saraf optik ini disebabkan oleh tekanan bola mata yang tinggi akibat adanya penumpukan cairan dalam mata. Cairan ini biasanya mengalir keluar melalui jaringan yang disebut trabecular meshwork pada sudut pertemuan iris dan kornea. Bila cairan diproduksi secara berlebihan atau sistem drainase tidak berfungsi dengan baik, akibatnya cairan tidak dapat mengalir keluar dan mengalir ke seluruh bagian dalam mata Anda, menghilangkan penglihatan secara bertahap.

Penyakit ini cenderung diturunkan dari orang tua atau generasi sebelumnya. Namun ternyata kelebihan kolesterol juga bisa berisiko menimbulkan glaukoma di mata. Pada sebuah studi yang diterbitkan oleh JAMA Ophthalmology tahun 2019, peneliti menemukan bahwa peningkatan kolesterol total sebanyak 20 poin dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami glaukoma sebanyak 7 persen. Risiko ini bisa berkurang dengan penggunaan obat penurun kolesterol.

Editor: Ramadhani