Ini 5 Hikmah dan Pandangan Islam Tentang Hujan

ilustrasi
ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Hujan adalah proses kondensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh tiba di daratan.Dalam Islam jika ditelaah lebih jauh, hujan merupakan karunia dan hikmah luar biasa dari Allah SWT.

Dilansir dari MUI.or.id, seringkali hujan yang turun dari langit merupakan hujan yang ditunggu-tunggu, terutama untuk para petani, yang berbulan-bulan sebelumnya merasa kesulitan air dan mengalami kekeringan.

baca juga: Tunggu Kepastian Pemberangkatan Jemaah Haji, Politisi PKS Minta Kepala Negara Bicara dengan Raja Salman

Namun, sebagian orang ketika hujan datang akan mengeluh karena menghalangi pekerjaan diluar rumah. Disarikan dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah hikmah dan manfaat hujan dalam pandangan Islam :

1. Hujan adalah berkah

baca juga: 419 Jemaah Umrah Indonesia Jadi yang Pertama Diberangkatkan ke Tanah Suci Sejak Pandemi

Dalam Alquran terdapat ungkapan bahwa hujan adalah berkah. Hal ini sebagaimana difirmankan dalam kitab suci, Alquran , yaitu ayat yang berbunyi:

"Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam." (QS Qaaf ayat 9).

baca juga: Tren Adopsi Boneka Arwah, Bertentangan dengan Tauhid dan Menurunkan Nilai Kemanusiaan

Dari ayat di atas, kita mengetahui bahwa Allah menurunkan hujan sebagai rahmat-Nya sesuai dengan kebutuhan seluruh makhluk-Nya.

2. Rahmat Allah SWT yang selalu cukup bagi makhluk-Nya

baca juga: Mahyeldi: Islam Mengajarkan Solusi untuk Permasalahan Ekonomi Akibat COVID-19

Hujan turun sebagai bentuk dari keseimbangan alam yang Allah ciptakan. Dengan turunnya hujan , air di bumi akan terpenuhi bagi seluruh makhluk-Nya. Dalam surat Az Zukhruf ayat 11, Allah berfirman:

"Dan yang menurunkan air dari langit menurut kadar (yang diperlukan) lalu kami hidupkan dengan air itu negeri yang mati, seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari dalam kubur)."

3. Dunia diciptakan dengan penuh keseimbangan

Berkaitan dengan poin sebelumnya, dimana Allah Menurunkan hujan sesuai kadar perhitungan-Nya, maka kita bisa mengambil hikmah bahwa dunia dan seisinya diciptakan dengan seimbang. Tidak ada kelebihan atau kekurangan yang diberikan Allah. Jika memang ketika hujan terjadi banjir atau bencana alam, bisa dipastikan bahwa itu adalah hasil dari kerusakan yang dilakukan manusia itu sendiri.

4. Sebagai alat bersuci hamba-hamba Allah

"(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan mesmperteguh dengannya telapak kaki(mu)." (QS Al Anfal 11).

5. Sebagai pengingat bagi manusia

Dalam hadits dikatakan, bahwa Nabi Muhammad SAW begitu khawatir pada saat muncul mendung, jangan-jangan akan datang adzab dan kemurkaan Allah SWT. Hal ini sebagaimana riwayat yang dinukilkan Aisyah RA, dia berkata:

"Jika Rasulullah SAW melihat mendung atau angin, maka raut wajahnya pun berbeda." 'Aisyah berkata, "Wahai Rasululah, jika orang-orang melihat mendung, mereka akan begitu girang. Mereka mengharap-harap agar hujan segera turun. Namun berbeda halnya dengan engkau. Jika melihat mendung, terlihat wajahmu menunjukkan tanda tidak suka." Beliau pun bersabda, "Wahai 'Aisyah, apa yang bisa membuatku merasa aman? Siapa tahu ini adalah azab. Dan pernah suatu kaum diberi azab dengan datangnya angin (setelah itu). Kaum tersebut (yaitu kaum 'Aad) ketika melihat azab, mereka mengatakan, "Ini adalah awan yang akan menurunkan hujan kepada kita." (HR Bukhari dan Muslim )

Editor: Eko Fajri