Orang Tua Wajib Tahu, Ini Sejumlah Hal yang Bisa Memicu Mencret atau Diare Pada Bayi

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Bayi atau anak sangat umum mengalami gangguan pencernaan seperti diare atau mencret. Kondisi ini dapat dipicu oleh faktor yang beragam.

Orang tua seharusnya memahami dulu penyebab diare pada anak dan bayi , sebelum memberi sang anak obat-obatan tertentu. Berikut ini sejumlah faktor yang bisa menjadi penyebab anak atau bayi mengalami mencret atau diare:

baca juga: Kenapa Creatine Digunakan Atlet dan Tidak Termasuk Doping?

Pola makan

Perubahan pola makan seiring masa tumbuh kembang usia bayi bisa berpengaruh. Bayi yang sudah menginjak usia 6 bulan biasanya mulai mengenal makanan pendamping ASI (MPASI). Beberapa contoh menu makan MPASI yang umum adalah buah pisang yang ibu haluskan, bubur dari biskuit susu, atau bubur nasi. Perubahan pola makan yang cukup drastis dari yang hanya susu (cair) menjadi makanan agak padat dapat membuat anak diare. Hal ini pada umumnya menandakan reaksi sistem pencernaan yang belum terbiasa terhadap asupan jenis makanan baru.

baca juga: Politisi NasDem: Jangan Hanya Fokus Penanganan Pandemi Covid-19, Imunisasi Dasar Lengkap Penting

Serat

Makanan tinggi serat bisa menjadi penyebab diare pada anak dan bayi . Jenis makanan tinggi seratnya seperti, kacang polong,

baca juga: Belum Juga Vaksinasi COVID-19, Djokovic Kini Juga Terancam Gagal Berpartisipasi di Roland Garros

jagung, dan buah naga atau pepaya. Diare bisa juga terjadi bila anak sangat suka minum jus buah. Pasalnya, serat makanan dapat melunakkan feses. Apalagi asupan cairan dari makanan atau minuman lain bisa membuat feses semakin lunak atau bahkan encer.

Infeksi bakteri, virus, dan parasit

baca juga: Darul Siska Pertanyakan Harga Obat Diatas HET, Minta Kemenkes Turun Tangan

Infeksi virus, bakteri, dan parasit adalah penyebab diare yang paling umum pada manusia. Organisme ini dapat bertahan di luar tubuh manusia selama berjam-jam atau berhari-hari. Tidak hanya itu, virus sampai parasit bisa menempel pada permukaan benda sekitar anak. Saat masuk ke tubuh, baik bakteri, virus, dan parasit bisa menyebabkan infeksi saluran pencernaan.Kebiasaan memasukkan jari ke mulut atau menggigit kuku

Kuman penyebab mencret dapat menempel pada permukaan benda-benda yang ada, contohnya mainan. Bila anak menyentuh mainan kemudian memasukkan jari atau menggigit kukunya tanpa mencuci tangan, kuman bisa masuk ke tubuh dan menginfeksi.Alergi atau intoleransi makanan tertentu

Alergi dan intoleransi makanan juga menjadi penyebab dasar diare pada anak. Biasanya, gejala mencret akan muncul setelah anak mengonsumsi makanan tertentu. Makanan yang paling sering memicu gangguan pencernaan adalah kacang, telur, dan makanan laut. Alergi menandakan bahwa sistem imun bereaksi berlebihan pada zat suatu makanan. Sementara intoleransi makanan menandakan ketidakmampuan sistem pencernaan untuk mencerna zat tertentu yang ada dalam makanan.

Editor: Ramadhani