Bermasalah dengan Keringat dan Bau Badan, Begini Mengatasinya

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Kondisi tubuh setiap orang pasti berbeda-beda. Ada yang menghasilkan lebih banyak keringat, ada juga orang yang produksi keringatnya sangat sedikit sampai tidak memerlukan deodoran dan antiperspiran.

Keringat dan bau badan dapat terjadi ketika Anda melakukan aktivitas fisik, saat udara panas, atau saat Anda merasa gugup dan stres. Tubuh memiliki dua jenis kelenjar keringat utama, yaitu kelenjar ekrin dan kelenjar apokrin. Kelenjar ekrin paling banyak terdapat dalam tubuh dan letaknya dekat dengan permukaan kulit. Sementara itu, kelenjar apokrin banyak terdapat pada bagian folikel rambut, misalnya di area ketiak dan selangkangan.

baca juga: Menkominfo Jelaskan Alasan Pemerintah Terapkan Pengetatan Kegiatan Nataru

Sesungguhnya keringat tidak memiliki bau, tetapi ketika bercampur dengan bakteri yang terdapat di kulit keringat bisa menimbulkan aroma tubuh yang tidak sedap. Jika mengalami masalah bau badan, coba terapkan beberapa cara yang dilansir dari hellosehat berikut ini:

Mandi

baca juga: Bukan untuk Alat Bantu Seks Wanita, Ini Sebenarnya Fungsi Vibrator

Cara paling utama dalam mengatasi bau badan adalah dengan rajin mandi. Sebagai salah satu penyebab bau badan, bakteri sebenarnya dapat dicegah dengan cara rajin menjaga kebersihan diri serta menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Mandi minimal satu kali sehari merupakan salah satu cara ampuh mencegah serta mengatasi munculnya bau badan karena dapat mengurangi jumlah bakteri dalam tubuh.

Pastikan tubuh Anda bersih dari bakteri, terutama di bagian yang rentan terhadap keringat dan bakteri, misalnya ketiak atau selangkangan. Jika bau badan muncul tiba-tiba, Anda bisa mencuci bagian yang berkeringat dengan air dan sabun antibakteri. Ini dapat mengurangi bakteri yang terdapat pada kulit.

baca juga: Ilmuwan Selidiki Penyebab Varian Omicron Punya Banyak Mutasi

Ganti baju

Jika Anda sering berkeringat, Anda mungkin ingin membawa baju ganti ketika bepergian. Baju yang bersih dapat membantu meminimalkan efek buruk dari reaksi antara keringat dan bakteri. Agar mencegah bau badan muncul tiba-tiba, segeralah ganti baju Anda dengan baju bersih dan kering saat tubuh berkeringat.

baca juga: Tidak Hanya Asma, Ini Penyebab-penyebab yang Bisa Sebabkan Sesak Napas

Deodoran atau antiperspiran

Cara yang tak kalah penting untuk menghilangkan bau badan adalah selalu menggunakan deodoran atau antiperspiran. Meskipun sering dikira sama, sebenarnya kedua jenis produk ini berbeda. Deodoran bekerja dengan cara menyerang bakteri yang bisa menghasilkan bau badan. Tak jarang deodoran mengandung alkohol atau komponen antibakteri seperti triclosan. Zat ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang membuat bakteri tidak bisa hidup atau berkembang biak. Menurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, deodoran diklasifikasikan ke dalam kosmetik, berbeda dengan antiperspiran yang diklasifikasikan sebagai obat-obatan. Fungsi utama antiperspiran adalah mencegah timbulnya ketiak basah dengan cara membentuk gel dan menyumbat kelenjar keringat.

Tetap kering

Setelah mandi, keringkan badan Anda sampai benar-benar kering. Cara ini dapat membantu menghilangkan bau badan yang mengganggu. Pastikan bagian tubuh yang rentan berkeringat kering sepenuhnya. Ini karena bakteri cenderung berkembang biak di tempat yang basah atau lembap. Saat Anda berkeringat, cobalah untuk mengeringkan bagian yang berkeringat agar bakteri tidak bereaksi dengan keringat dan kemudian menimbulkan bau badan.

Kontrol makanan

Salah satu penyebab bau badan adalah makanan. Makanan juga bisa menyebabkan Anda berkeringat berlebih, misalnya makanan pedas, kafein, dan alkohol. Selain keringat berlebih, ada pula beberapa jenis makanan penyebab aroma tubuh jadi tak sedap. Makanan seperti bawang bombay dan bawang putih merupakan beberapa di antaranya. Tak hanya bawang, beberapa jenis sayuran seperti brokoli juga dapat menimbulkan aroma tidak sedap. Ini terjadi karena komponen sulfur pada sayuran tersebut diproses oleh tubuh dan dikeluarkan melalui napas, urine, dan keringat. Jika Anda sering berkeringat, cobalah menghindari makanan tersebut untuk mengurangi kemungkinan munculnya bau badan.

Editor: Ramadhani