Lebih Milih Pria Jelek dan Miskin Ketimbang Harus Pilih Pria Kaya Tapi Tua, Ini Alasan Dinar Candy

Dinar Candy
Dinar Candy (Youtube/Ivan Gunawan)

KLIKPOSITIF - DJ Dinar Candy lebih memilih pria yang jelek dan miskin ketimbang pria yang kaya tapi sudah tua.

Pernyataan ini diungkap Dinar Candy dalam video di kanal Youtube Ivan Gunawan yang diunggah belum lama ini.

baca juga: Viral Lagu Buih Jadi Permadani yang Dicover Zidan Bersama Nabila dan Tri Suaka, Ini Kata Anang Hermansyah

"Aku gak bisa tuh boong-boong ini, acting, pacaran sama yang tua yang kaya, maunya duit doang, aku tu gak bisa," ujar Dinar Candy .

Dinar Candy menyebut, banyak teman-temannya yang satu arisan lebih memilih pria tua kaya jadi pasangan, karena ingin hidup mewah..

baca juga: Unggah Pose di Kamar Tidur, Madonna: Malaikat Mengawasiku

Dinar Candy juga mengaku pernah dijodoh-jodohkan dengan pria tua kaya , namun banyak alasan Dinar Candy untuk menolaknya.

Terkait kasus yang dialaminya, Dinar Candy mengatakan bahwa dirinya masih berstatus tersangka dan harus wajib lapor sekali dalam semingu.

baca juga: Lebih Suka Pantai Ketimbang Gunung, Ivan Gunawan: Dalam Darah Gue Ada Manusia Ada Putri Duyungnya

Seperti diketahui, Dinar Candy berstatus tersangka undang-undang pornografi, karena nekad berbikini di pinggir jalan.

Aksi nekad itu dilakukannya karena sebelumnya Dinar Candy protes kepada pemerintah terkait PPKM (Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Bahkan jika PPKM diperpanjang, dirinya waktu itu berjanji akan melakukan aksi protes di jalanan dengan menggunakan bikini.

baca juga: Realitas Baru Los Angeles: Lebih Banyak Bintang Olahraga Daripada Hollywood

Ketika PPKM diperpanjang, Dinar Candy menepati janjinya untuk protes dengan menggunakan bikini di jalanan. Tapi aksi itu disorot kepolisian dan membuat Dinar Candy ditetapkan sebagai tersangka undang-undang pornografi.

Atas kejadian itu, Dinar Candy telah meminta maaf kepada publik dan seluruh masyarakat atas tindakannya memprotes PPKM dengan cara berbikini di pinggir jalan.

Editor: Haswandi