Selain Uban, Ini Tanda-Tanda Kulit Kepala Anda Mulai Menua

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Menua adalah proses alami yang akan dialami oleh tubuh. Banyak orang mengira proses penuaan hanya terlihat pada kulit wajah.

Proses penuaan ditandai dengan semakin melambatnya proses pergantian sel.

baca juga: Buah Baik untuk Kesehatan, Tapi Berlebihan Juga Bisa Membawa Akibat Buruk

Nyatanya, proses penuaan ini juga terjadi pada bagian tubuh yang lain. Dilansir dari laman Beauty Under Cover ini sejumlah perubahan yang terjadi jika kulit kepada anda mulai menua:

Rambut rusak

Selama tahun-tahun kehidupannya, rambut telah terpapar sinar ultraviolet, mengalami gesekan saat menyisir, terpapar panas dari pengering rambut, pengeriting rambut, catok, serta bahan kimia melalui pewarnaan, pengeritingan, atau pelurusan. Tidak heran jika rambut menjadi rusak. Sel kutikula menjadi terangkat dan lunak, membuat rambut tampak lebih kasar dan lebih mudah patah. Seiring waktu, folikel rambut sendiri secara bertahap menghasilkan rambut yang lebih tipis dan lebih kecil. Ini adalah bagian dari proses penuaan alami. Memotong pendek rambut bisa jadi salah satu cara untuk menjaga rambut terlihat sehat. Mungkin itu juga salah satu alasan mengapa para hair stylist di salon akan menyarankan potongan rambut pendek kepada perempuan di atas 35 tahun.

baca juga: Tape Ketan Bisa Jadi Cemilan Sehat, Ternyata Ini Sejumlah Manfaatnya

Pewarna tak bertahan lama

Bagi Anda yang berusia 40-an, Anda mungkin menyadari bahwa obat kimia seperti pewarna atau pelurus rambut kini hanya bertahan sebentar di rambut Anda. Jika sebelumnya pewarna rambut bisa tahan hingga 6 bulan, kini hanya bertahan 3-4 bulan saja. Bukan, itu bukan karena skill hair stylist-mu yang buruk. Tapi lebih disebabkan oleh proses of penuaan. Patrick dari Juz Salon di Singapura menyebutkan bahwa banyak pelanggannya yang merasa tekstur rambut mereka menjadi lebih tipis dan rapuh seiring waktu karena helai rambut menjadi lebih kecil dan memiliki lebih sedikit pigmen. Inilah yang menyulitkan rambut untuk mempertahankan ikal dan warna untuk waktu yang lama. Tentu saja, tidak semua orang menua dengan cara yang sama, karena faktanya, Patrick memiliki beberapa pelanggan yang rambutnya masih setebal dulu.

baca juga: Anda Sering Buang Air Kecil di Malam Hari? Kenali Kondisi Ini

Lebih sensitif

Beberapa perempuan juga melaporkan bahwa kulit kepala mereka menjadi lebih sensitif seiring bertambahnya usia. Pewarnaan rambut rutin yang dilakukan di usia 20-an mungkin tidak terlalu terasa efeknya, tapi di usia 40-an, hal itu dapat menyebabkan iritasi dan kemerahan pada kulit kepala. Ini mungkin tidak secara langsung terjadi karena penuaan. Tetapi, akumulasi paparan bahan kimia rambut untuk pewarnaan atau pengeritingan juga dapat melemahkan kulit kepala Anda seiring waktu.

Rambut menipis

baca juga: Kembali Selidiki Asal Usul Virus Corona Hingga Jadi Pandemi, WHO Bentuk Tim SAGO

Pada awalnya, Anda mungkin tidak mengalami rambut rontok. Tapi semakin hari Anda mungkin menyadari bahwa rambut Anda menjadi jauh lebih tipis. Ini karena proses penggantian rambut melambat akibat penuaan. Rambut terbuat dari banyak untaian protein. Sehelai rambut memiliki umur normal antara 2 hingga 7 tahun. Rambut tersebut kemudian rontok dan diganti dengan rambut baru. Seiring bertambahnya usia, proses penggantian rambut melambat, menyebabkan rambut Anda mulai menipis. Biasanya untuk pria, rambut pertama kali hilang di bagian atas kepala atau di pelipis dan pada usia 60 tahun.

Perempuan juga mengalami rambut menipis. Selama menopause, hormon Anda mengalami banyak perubahan, beberapa di antaranya dapat menyebabkan rambut rontok. Bagi Anda yang tidak mengalami kerontokan rambut yang serius, Serene menyebutkan bahwa diet sehat dan perubahan gaya hidup mungkin bisa membantu.

Editor: Ramadhani