Diet Ekstrem Turunkan Berat Badan 15 Kg Per Bulan, Tapi Amankah Bagi Kesehatan?

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Masalah kelebihan berat badan membuat banyak orang mencoba berbagai macam diet. Dari diet yang sederhana hingga diet ekstrem untuk menurunkan berat badan dalam waktu singkat.


Salah satunya diet ekstrem ini adalah diet militer atau military diet. Oleh para praktisinya jenis ini dipercaya bahwa berat badan bisa turun drastis hingga sebanyak 15 kilogram hanya dalam sebulan. Pendukung diet ini mengklaim bisa menurunkan 5--15 kg berat badan dalam rentang waktu 1 minggu.

baca juga: Buah Baik untuk Kesehatan, Tapi Berlebihan Juga Bisa Membawa Akibat Buruk

Diet yang juga dikenal sebagai "3-Day Diet" ini terdiri atas tiga hari diet ketat yang diikuti dengan empat hari libur. Siklus mingguan akan terus berulang sampai Anda mencapai target berat badan yang diimpikan. Diet militer ini menganjurkan Anda untuk membatasi kalori dan mengontrol porsi makan.

Program diet ketat ini juga mengklaim bahwa kombinasi jenis makanan tertentu dapat meningkatkan metabolisme dan laju pembakaran lemak. Asal-usul 3-Day Diet tidak diketahui secara pasti. Beberapa sumber menyatakan bahwa program diet ini dicetuskan oleh seorang ahli gizi yang bekerja di militer AS.

baca juga: Tape Ketan Bisa Jadi Cemilan Sehat, Ternyata Ini Sejumlah Manfaatnya

Namun, military diet faktanya tidak berkaitan dengan militer ataupun lembaga ketentaraan. Anda tidak diperkenankan untuk makan camilan selama menjalani tiga hari diet militer. Selain memperhatikan jenis dan kalori makanan, Anda juga perlu memperbanyak minum air putih, setidaknya 3 -- 4 liter per hari.Selama 4 hari setelahnya, Anda boleh mengatur sendiri pola makan sehat Anda. Namun, tetap jauhi makanan berminyak, berkalori tinggi, serta yang banyak mengandung garam dan gula. Anda tetap perlu membatasi asupan makanan agar tidak melebihi 1200 kkal (untuk wanita) atau 1500 kkal (untuk pria) dalam sehari. Hal ini bertujuan untuk menjaga berat badan agar tidak bertambah lagi.

Anda masih boleh minum kopi atau teh asalkan tidak menambahkan pemanis, krimer, atau susu (meski stevia diperbolehkan). Diet rendah kalori memaksa tubuh bertahan dalam "mode kelaparan" karena asupan makanan yang sedikit.

Menanggapi ini, tubuh mulai menghemat energi dengan cara mengurangi jumlah kalori yang dibakar dan beralih menggunakan energi dari otot. Pada pola diet rendah kalori seperti ini, berat badan cepat naik setelah diet begitu Anda kembali makan seperti biasa. Namun, diet militer ini juga dipercaya dapat membantu Anda membakar simpanan lemak.

baca juga: Anda Sering Buang Air Kecil di Malam Hari? Kenali Kondisi Ini

Meski begitu, berapa banyak berat badan yang akan hilang dari tiap orang bergantung pada usia, kesehatan, dan berat badan saat ini. Terlepas dari keampuhannya, military diet merupakan metode diet ekstrem yang belum tentu aman dilakukan setiap orang.

Asupan protein selama tiga hari diet militer tersebut juga berasal dari daging olahan. Menurut studi dalam British Medical Journal, konsumsi makanan olahan telah sejak lama dikaitkan dengan peningkatan risiko sejumlah penyakit, termasuk kanker.

baca juga: Kembali Selidiki Asal Usul Virus Corona Hingga Jadi Pandemi, WHO Bentuk Tim SAGO

Para penganut diet militer juga meyakini bahwa berbagai kombinasi makanan di atas dapat meningkatkan laju metabolisme. Faktanya, klaim tersebut tidak terbukti secara ilmiah. Military diet justru termasuk dalam kelompok fad diet yang tidak dianjurkan.

Mode kelaparan saat diet malah akan memperlambat metabolisme tubuh. Terlebih lagi, metode diet ini bahkan tidak menganjurkan Anda untuk berolahraga dan hanya cukup dengan membatasi asupan makanan. Metode diet kilat justru dapat menyebabkan berat badan naik-turun yang melemahkan sistem imun dan mengacaukan metabolisme.

Editor: Ramadhani