Orang Tua Perlu Waspada, Ini Dampak Buruk Melarang Anak Menangis

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Menangis bagi anak -anak adalah suatu proses alami. Anak menangis tidak selalu karena rasa sakit akibat terjatuh, bisa saja mereka menangis karena merasa sedih dan frustasi.

Sering melarang anak menangis tidak baik untuk perkembangan emosional anak . Berikut dampaknya bila melarang anak menangis dilansir dari hellosehat:

Menurunkan kepercayaan diri anak

baca juga: Buah Baik untuk Kesehatan, Tapi Berlebihan Juga Bisa Membawa Akibat Buruk

Saat orangtua melarang anak untuk mengekspresikan perasaannya, lama kelamaan tingkat kepercayaan diri si kecil menurun. Mengutip dari Good Therapy, bila orangtua terbiasa melarang anak menangis, ia bisa takut untuk bertemu dengan orang lain. Anak juga bisa menolak bantuan orang lain saat merasa butuh karena takut dianggap lemah dan tidak berdaya. Efek samping lain adalah anak bisa menyalahkan dirinya sendiri ketika butuh bantuan. Padahal, minta bantuan situasi yang sangat wajar terutama pada anak -anak. Ini karena anak perlu membangun kepercayaan diri sebagai bekal saat ia dewasa nanti.

Anak merasa perasaannya sesuatu yang salah

Ketika orangtua sering melarang anak menangis, ia akan merasa bahwa emosi yang ia rasakan merupakan sesuatu yang salah. Anak juga bisa merasa malu setelahnya. Nantinya, anak jadi terbiasa memendam perasaan dan merasa baik-baik saja. Tanpa sadar, anak menekan dirinya sendiri dengan merasa baik-baik saja, padahal ia sedang merasa kebalikannya.

baca juga: Tape Ketan Bisa Jadi Cemilan Sehat, Ternyata Ini Sejumlah Manfaatnya

Sulit berempati

Manusia memiliki kelebihan daripada makhluk lainnya dalam hal merasakan dan mengekspresikan emosi. Emosi atau luapan perasaan sudah menjadi salah satu bentuk bagi makhluk hidup untuk berkomunikasi. Memisahkannya dari kehidupan akan sangat mustahil. Saat anak terbiasa tidak boleh menangis untuk mengekspresikan perasaannya, ia akan melakukan hal yang sama pada orang lain. Anak akan sulit atau bahkan bisa kehilangan rasa empati ketika melihat temannya sedih, kecewa, atau menangis. Emosi memang tidak selalu negatif, ada juga yang positif. Namun, anak yang terbiasa tidak boleh menangis akan menganggap ketakutan dan kemarahan adalah emosi buruk yang harus ia hindari.

Merasa orangtua menyepelekan dirinya

baca juga: Anda Sering Buang Air Kecil di Malam Hari? Kenali Kondisi Ini

Ada tipe orangtua yang cenderung mengabaikan atau memarahi anak yang mulai menangis, terutama laki-laki. Sebagian orang tua masih menganggap bahwa anak laki-laki harus menjadi anak yang kuat dan mereka tidak boleh cengeng. Ada juga orang tua yang menekankan bahwa menangis hanya akan buang-buang waktu. Pada saat ini, anak merasa orangtua menyepelekan apa yang ia rasakan. Padahal, setiap emosi yang muncul dalam diri anak sangat penting. Sebagian orangtua terlalu berfokus pada emosi yang baik. Kemudian, ketika anak menyalurkan emosi buruk lewat tangisan, orang tua akan cenderung mengabaikan atau malah menghentikannya.

Editor: Ramadhani