Jangan Berlebihan Beri Makanan Manis untuk Anak, Ini Bahayanya

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Memberikan makanan manis pada anak tak selalu membawa dampak yang baik. Batas asupan gula harian yang aman bagi anak-anak adalah 25 gram atau setara dengan 2 sendok makan.

Padahal, makanan manis seperti sebungkus makanan ringan, permen, dan minuman manis bisa jadi memiliki kandungan gula setengah dari batas maksimum. Itu masih belum ditambah dari makanan yang Anda masak, susu kemasan, atau makanan ringan lain yang mungkin anak makan.

baca juga: Menkominfo Jelaskan Alasan Pemerintah Terapkan Pengetatan Kegiatan Nataru

Anak-anak memang membutuhkan asupan gula untuk menunjang pertumbuhannya. Akan tetapi, asupan gula yang tidak terkontrol dapat menimbulkan dampak berikut:

Kecanduan

baca juga: Bukan untuk Alat Bantu Seks Wanita, Ini Sebenarnya Fungsi Vibrator

Makanan manis membuat anak-anak merasa senang sehingga mereka menginginkan lebih. Jika dibiarkan tanpa terkendali, kegemaran anak-anak terhadap makanan manis justru bisa berbahaya untuk kesehatan fisik maupun psikologisnya. Salah satu yang paling mudah dilihat adalah kecanduan. Anak yang kecanduan makanan manis akan menunjukkan gejala ketika keinginannya untuk makan makanan manis tidak dituruti. Gejala tersebut biasanya berupa:

perubahan mood secara drastis,

baca juga: Ilmuwan Selidiki Penyebab Varian Omicron Punya Banyak Mutasi

anak lebih sering ngambek,

tubuh lesu atau malah menjadi hiperaktif dan banyak bicara, serta

baca juga: Tidak Hanya Asma, Ini Penyebab-penyebab yang Bisa Sebabkan Sesak Napas

gemetar.

Obesitas

Anak-anak yang sering makan makanan manis akan lebih berisiko kena obesitas jika tidak diimbangi dengan makanan bergizi seimbang. Bahaya makanan manis ini tentu tak berhenti saat anak masih kecil. Anak-anak obesitas akan terus mengalami kondisi ini hingga dewasa jika pola makannya tidak diperbaiki. Ia juga berisiko lebih besar mengalami masalah kesehatan sebagai berikut.

Asma.

Gangguan metabolik yang ditandai dengan kelebihan lemak pada perut serta tingginya nilai gula darah, trigliserida, tekanan darah, dan kolesterol total. Gangguan tidur akibat kesulitan bernapas.

Diabetes tipe 2.

Masalah perilaku dan kemampuan belajar.

Pembusukan gigi

Pembusukan gigi biasanya terjadi karena menumpuknya sisa gula pada celah gigi. Bakteri mulut akan menjadikan gula sebagai makananannya dan menghasilkan zat asam. Gabungan bakteri, sisa gula, zat asam, dan liur kemudian membentuk plak gigi. Lambat-laun, plak akan semakin merusak gigi. Bentuk kerusakan gigi yang biasanya dialami anak-anak, antara lain:

sakit gigi berkepanjangan;

peradangan, bengkak, dan perdarahan pada gusi akibat gingivitis;

penyakit gusi yang lebih parah seperti periodontitis;

kerusakan permanen hingga pecahnya gigi; dan

infeksi pada gusi.

Editor: Ramadhani