Tahukah Kamu? Ini 8 Fakta Menarik Medali Olimpiade Tokyo 2020

ilustrasi
ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Olimpiade Tokyo 2020 tersisa tinggal empat hari lagi. Indonesia diketahui telah berhasil meraih lima medali , satu emas, satu perak dan tiga perunggu.

Meskipun diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19, semarak Olimpiade tetap nyata dirasakan oleh seluruh masyarakat dunia. Hal yang menarik dari penyelenggaraan ini adalah bahan yang digunakan untuk membuat medalinya itu sendiri.

baca juga: Tidak Hanya Tanda Penuaan, Uban Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini

Mengutip laman resmi resmi Olimpiade, Olympics.com Rabu (4/8/2021) panitia penyelenggara sebelumnya telah mengumpulkan perangkat elektronik kecil seperti ponsel bekas di seluruh Jepang. Proyek yang diberi nama Tokyo 2020 Medal Project ini juga merupakan proyek Olimpiade pertama yang berhasil melibatkan warga dalam produksi pembuatan medali dari logam daur ulang hingga ide yang ada pada desain.

Selain hal menarik di atas, desain medali tersebut juga mencerminkan konsep bahwa, untuk mencapai kejayaan, para atlet harus berjuang keras meraih kemenangan setiap hari. Nah, berikut ini fakta menarik lainnya tentang medali Olimpiade Tokyo 2020.

baca juga: Pria, Coba Diet Ini untuk Atasi Disfungsi Ereksi

1. Desain medali dibuat oleh Junichi Kawanishi

Junichi Kawanishi adalah seorang desainer yang terbiasa di industri perhotelan. Momen ini menjadi penting karena dia adalah sosok yang memenangkan kompetisi untuk mahasiswa desain dan desainer pra Olimpiade. Panitia mendapatkan lebih dari 400 entri desain saat itu dan akhirnya memilih Junichi sebagai pembuat desainnya.

baca juga: Biar Tidak Berbekas, Begini Perawatan Luka Bakas Cacar Air

2. Pengumpulan elektronik bekas sudah dimulai sejak 2017

Sebuah laporan menunjukkan bahwa sejak tahun 2017 masyarakat Jepang sudah diminta untuk mengumpulkan ponsel bekas mereka kepada pemerintah. Bahkan, mereka juga menerima barang elektronik yang sudah tak terpakai lagi. Direktur Olahraga Tokyo 2020, Koji Murofushi mengatakan daur ulang bisa menjadikan orang-orang semakin sadar dengan lingkungan mereka saat ini.

baca juga: Benerkah Rutin Berhubungan Seks dapat Tunda Menopause pada Perempuan?

3. Makna medali sumbangsih ide pemikiran warga Jepang

Bukan hanya mengumpulkan barang bekas elektronik dan diserahkan kepada pemerintah saja, namun warga Jepang turut andil dalam memikirkan ide pada cerita yang membuat medali semakin mempesona. Mereka ikut andil dalam sejarah perjalanan Olimpiade Tokyo 2020 tersebut. Setiap warga memiliki kesempatan untuk berkontribusi pada cerita, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang masa depan berkelanjutan.

4. Medali adalah cerminan perjuangan keras seorang atlet

Panitia penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 membuat desain medali tersebut mencerminkan konsep bahwa, untuk mencapai kejayaan, para atlet harus berjuang keras meraih kemenangan setiap hari.

Medali menyerupai batu kasar yang telah dipoles dan bersinar itu memiliki tema keseluruhan ringan serta cemerlang. Medali mencerminkan berbagai pola cahaya, melambangkan energi para atlet dan mereka yang mendukungnya.

Desain dimaksudkan untuk melambangkan keragaman dan mewakili dunia di mana orang-orang bersaing dalam olahraga. Kecemerlangan medali menandakan cahaya hangat persahabatan yang melambangkan orang-orang di seluruh dunia sedang berpegangan tangan.

5. Spesifikasi medali

Medali Olimpiade Tokyo 2020 ini diketahui memiliki diameter 85 milimeter (mm) dengan bagian tertipis 7,7 mm dan bagian paling tebal 12,1 mm. Berat medali emas dikisaran 556 gram, perak 550 gram, dan perunggu 450 gram.

6. Komposisi medali Olimpiade Tokyo 2020

Dalam Olimpiade kali ini, komposisi medali emas terdiri dari enam gram pelapis emas. Sedangkan untuk medali perak terbuat dari perak murni. Dan untuk medali perunggu dibuat dari red brass yang terdiri atas 95 persen tembaga dan lima persen seng.

7. Desain pita medali

Junichi Kawanishi menggunakan motif desain tradisional dalam pita medali tersebut. Pita ini dirancang untuk menjadi cerminan Jepang itu sendiri dan cara negara itu menunjukkan keberagamannya. Desainnya juga mempromosikan visi "Inovasi dari Harmoni".

Garis cembung silikon diterapkan pada permukaan pita sehingga siapa pun dapat mengenali jenis medali (emas, perak, atau perunggu) hanya dengan menyentuhnya. Serat poliester daur ulang menghasilkan lebih sedikit CO2 selama proses pembuatannya. Hal ini memungkinkan untuk penggabungan warna grafis inti Tokyo 2020 dan tahan lama di saat yang bersamaan.

8. Desain kotak medali

Desain kotak terinspirasi oleh lambang Olimpiade Tokyo 2020 itu sendiri. Setiap kotak memberikan penghormatan kepada para Olympian yang telah mencapai puncak prestasi atletik. Pengrajin Jepang dengan sangat hati-hati membuat kotak dengan perpaduan teknik tradisional serta modern. Setiap kotak medali memiliki pola serat kayu sendiri yang secara halus dimasukkan ke dalam desain tersebut.

Editor: Eko Fajri