Hati-hati dengan Hal Ini, Ciuman Berpotensi Tularkan Bakteri Jahat

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Mencium seseorang dengan kebersihan gigi dan mulut yang buruk dapat memberi Anda lebih banyak penumpukan plak dan membuat Anda terpapar bakteri jahat dari waktu ke waktu.

Meskipun memiliki bakteri baik itu normal, mencium seseorang dengan bakteri jahat di mulutnya dapat memengaruhi kebersihan gigi Anda sendiri.

baca juga: Tidak Hanya Corona, Menko PMK Minta Panitia Perhatikan Potensi Penyakit Malaria Saat PON Papua

Melansir dari Insider, saat Anda berciuman dengan pasangan yang memiliki masalah kebersihan gigi dan bertukar air liur, maka akan berisiko mentransfer masalah gigi tersebut.

"Saliva tidak hanya membuat mulut kita lembap, tetapi juga merupakan media yang bagus bagi bakteri mulut untuk hidup dan berkembang biak," kata Dr. Tina Saw, dokter gigi kosmetik dan pendiri Oral Genome pada Insider.

baca juga: Anda Mengalami Sejumlah Masalah di Kulit Wajah, Mungkin Kurang Tidur Penyebabnya

"Berciuman selama 10 detik dapat menukar sekitar 80 juta bakteri dan mikroorganisme," imbuhnya.

"Kebersihan gigi yang buruk dan banyak penumpukan plak dan karang gigi mengandung bakteri yang terus berkembang biak," kata Saw kepada Insider.

baca juga: Kasus Covid-19 Sepekan Terakhir Menurun, Apakah PPKM Masih Lanjut?

" Bakteri jahat ini kemudian ditransfer saat berciuman, menempatkan pasangan pada risiko masalah gigi," imbuhnya.

Bakteri ini dapat menyebabkan bau mulut, penyakit gusi, dan peningkatan pembentukan plak jika Anda tidak rajin merawat gigi.

baca juga: Tidur Siang Sangat Penting bagi Pertumbuhan Anak, Ini Manfaatnya

"Tidak ada cara untuk tidak bertukar bakteri saat Anda mencium pasangan Anda, tetapi ada cara untuk mengendalikan bakteri ," ujar Saw.

"Ini dimulai dengan kebersihan gigi yang baik, yang meliputi menyikat setidaknya dua kali sehari, flossing, dan mengunjungi dokter gigi Anda setidaknya dua kali setahun untuk pemeriksaan dan pembersihan," imbuhnya.

Berbicara dengan pasangan Anda tentang kebersihan gigi bisa menjadi topik yang sensitif, jadi dekati masalah dengan kepekaan.

"Bicaralah dengan lembut dan bantu mengembangkan rencana kebiasaan kebersihan mulut yang baik. Dorong mereka untuk makan sehat, berolahraga, dan menyikat gigi dengan Anda," kata Saw.

Editor: Eko Fajri