Kenali Beda Varian Delta dan Delta Plus Virus Corona? Ini Resikonya

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Varian Delta Plus memiliki mutasi yang berbeda dengan varian Delta atau B1617.2, yang terletak pada protein K417N. Mutasi yang sama juga ditemukan dalam varian Beta (B1351) dan varian Gamma (P1).

Sebelumnya, varian Delta Plus ini sudah diidentifikasi di lebih dari 10 negara. Otoritas kesehatan pun khawatir bahwa varian virus corona ini akan lebih menular dan kemungkinan mirip dengan varian Delta.

baca juga: Kasus Covid-19 Sepekan Terakhir Menurun, Apakah PPKM Masih Lanjut?

Tapi dilansir dari Medical News Today, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan sekarang ini varian Delta Plus nampaknya masih belum umum. Varian Delta Plus ini hanya menyumbang sebagian kecil dari kasus varian Delta.

Meski begitu, varian Delta dan lainnya yang menjadi perhatian tetap menjadi ancaman risiko kesehatan masyarakat. Karena, varian virus corona ini telah menunjukkan kemampuannya yang lebih mudah menular.

baca juga: Tidur Siang Sangat Penting bagi Pertumbuhan Anak, Ini Manfaatnya

Selain itu, India juga telah melabeli varian Delta ini sebagai varian perhatian. Konsorsium SARS-CoV-2 pada Genomics (INSACOG) negara itu, yang terdiri dari 28 laboratorium untuk pengurutan seluruh genom virus SARS-CoV-2 dan varian yang berkembang, terus mengikuti evolusi varian Delta Plus.

INSACOG pun menjabarkan kekhawatirannya mengenai varian Delta Plus sebagai berikut.

baca juga: Pernah Mengalami Ereksi Spontan? Ereksi Tanpa Rangsangan Seksual, Ini yang Perlu Anda Diketahui

- Peningkatan transmibilitas

- Ikatan yang lebih kuat dengan reseptor sel paru-paru

baca juga: Anda Sering Menderita karena Sariawan, Ini Obat Alami untuk Mengobatinya

- Potensi pengurangan respons antibodi monoklonal

Protein lonjakan yang bertanggung jawab untuk mengikat reseptor permukaan sel memungkinan virus untuk masuk ke dalam tubuh. Mutasi pada protein ini bisa memperkuat interaksi ini dan meningkatkan transmibilitas.

Selain itu, ahli virologi Dr. Jeremy Kamil, dari Pusat Ilmu Kesehatan Universitas Negeri Louisiana, mengatakan varian Delta Plus ini mungkin memiliki sedikit kelebihan dalam menginfeksi dan menyebar dari orang ke orang yang belum pernah terinfeksi.

Ia juga mencatat bahwa varian Delta Plus ini tak jauh berbeda dengan varian Delta. Bahkan, pakar kesehatan lainnya mengungkit tentang potensi varian Delta Plus mengurangi efektivitas perawatan antibodi monoklonal.

Perawatan antibodi monoklonal ini termasuk terapi kombinasi bamlanivimab dan etesevimab dan REGN-COV2. Menurut para peneliti, terapi itu bermanfaat dalam mengobati infeksi virus corona Covid-19 ringan hingga sedang.

Editor: Eko Fajri