Setiap Anak Tumbuh Berbeda, Namun Orang Tua Perlu Tahu Pertumbuhan Ideal Anak

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Petumbuhan setiap anak tidaklah sama. Untuk tinggi anak misalnya, setiap anak akan berbeda dan dipengaruhi oleh banyak faktor.

Namun setiap anak memiliki tinggi ideal sesuai dengan usianya. Menurut Peraturan Kementerian Kesehatan tahun 2020 tinggi anak usia 1-2 tahun, anak perempuan 74-86 cm dan anak laki-laki 75,7-87,8 cm. Usia 2-3 tahun, anak perempuan 85,7- 95,1 cm dan anak laki-laki 87,8-96,1. Usia 3-4 tahun, anak perempuan 95,1- 102,7 cm dan anak laki-laki 96,1-103,3 cm. Usia 4-5 tahun, anak perempuan 102,7- 109,4 cm dan anak laki-laki 103,3-110 cm

Faktor keluarga dan faktor genetik memengaruhi tinggi badan anak. Faktor genetik ini juga berkaitan erat dengan orang tua. Bila dilihat dari faktor genetik, anak-anak berkebutuhan khusus seperti down syndrome, noona syndrome, atau turner syndrome cenderung memiliki postur tubuh yang lebih pendek. Sementara itu, marfan syndrome menyebabkan anak menjadi lebih tinggi.

Selain genetik, nutrisi dari makanan yang dikonsumsi bisa menentukan perkembangan tinggi badan si kecil. Memang anak-anak yang kurus memiliki kecenderungan lebih pendek dibanding anak seusianya, bahkan sampai mengalami stunting. Meski demikian, hal ini juga bisa terjadi pada anak-anak obesitas. Ini disebabkan oleh pemberian makanan dengan gizi yang kurang tercukupi meski porsinya besar.

baca juga: Tidak Hanya Corona, Menko PMK Minta Panitia Perhatikan Potensi Penyakit Malaria Saat PON Papua

Ketidakseimbangan hormon, seperti kadar tiroid atau hormon pertumbuhan yang rendah, bisa menyebabkan pertumbuhan tinggi badan si kecil bergerak lebih lambat dibanding anak seusianya. Efeknya, ada balita yang tubuhnya lebih pendek atau sangat tinggi. Periksakan ke dokter bila tinggi badan si kecil terlalu pendek atau tinggi karena sangat mungkin ia mengalami masalah hormon pertumbuhan.

Dilansir dari hellosehat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjelaskan bahwa indikator tinggi badan anak akan menentukan status gizi si kecil, apakah termasuk gizi berlebih, gizi baik, kurang, atau sampai gizi buruk. Oleh karenanya, memerhatikan tinggi badan si kecil dapat mencegah stunting yang termasuk ke dalam masalah gizi.

Stunting adalah kondisi saat tubuh anak pendek karena gagal tumbuh dan kekurangan zat gizi kronis dalam waktu yang lama. Untuk memastikan perkembangan dan pertumbuhan balita sesuai dengan grafik, bawalah si kecil ke posyandu atau dokter anak secara teratur.

baca juga: Anda Mengalami Sejumlah Masalah di Kulit Wajah, Mungkin Kurang Tidur Penyebabnya

Editor: Ramadhani