Mau Cepat Punya Momongan, Suami-Isteri Wajib Tahu 11 Cara Meningkatkan Kesuburan Wanita

ilustrasi
ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Meskipun tidak ada makanan khusus atau diet kesuburan yang secara ajaib meningkatkan peluang untuk hamil , pola diet yang bergizi dan perubahan gaya hidup dapat mendukung kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan reproduksi, baik pada pria maupun wanita.

Dilansir dari laman doktersehat.com, Berikut cara meningkatkan kesuburan wanita yang penting untuk diketahui, di antaranya:

baca juga: Ini Pengobatan Rumahan yang Dapat Meredakan Gejala Gatal pada Miss V

1. Mengelola Stres dengan Baik Meski sering dianggap sepele, ternyata stres dapat menurunkan kesuburan pada wanita. Sebuah studi mengungkapkan bahwa tingkat alpha-amylase (penanda biologis stres yang diukur dari sampel air liur) lebih tinggi mungkin memiliki peluang lebih rendah untuk hamil . Oleh karena itu, terlibat dalam berbagai aktivitas yang dapat mengurangi stres dapat meningkatkan kesuburan pada wanita.

2. Berhenti Merokok Merokok dapat mengganggu kadar hormon dan menyebabkan menopause terjadi pada usia yang lebih dini. Sebuah tinjauan sistematis dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa, merokok memiliki hubungan yang signifikan dengan usia menopause yang lebih dini. Berhenti merokok dapat meningkatkan kesuburan pada wanita.

baca juga: Mau Sukses Seleksi CPNS? Coba Ikuti Kiat Kepala Pusat Pengembangan Sistem Seleksi BKN Ini

Selain pada wanita, merokok juga dapat merusak potensi kesuburan pria. Pada wanita, zat kimia dalam rokok mempercepat kehilangan sel telur, sedangkan pada pria, merokok dapat menurunkan kualitas sperma, jumlah, bentuk (morfologi), dan kemampuan bergerak (motilitas).

3. Menjaga Berat Badan yang Ideal Kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan dapat mengurangi kesuburan pada wanita. Oleh karena itu, cara meningkatkan kesuburan wanita adalah dengan menjaga berat badan sehat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan dapat mengganggu berbagai proses reproduksi, termasuk perkembangan dan kualitas proses pembuahan serta pertumbuhan embrio. Sebuah tinjauan sistematis mengungkapkan bahwa wanita yang kelebihan berat badan dapat meningkatkan keberhasilan perawatan kesuburan dengan menurunkan berat badan. Namun, badan yang terlalu kurus juga dapat memengaruhi kesuburan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang kekurangan berat badan memiliki risiko lebih tinggi mengalami disfungsi ovarium, infertilitas, dan kelahiran prematur. Baca Juga: Kalkulator BMI (Indeks Massa Tubuh)

baca juga: Jangan Sembarangan Pilih Warna Baju Renang Bagi Anak, Sebaiknya Hindari Warna Ini

4. Meningkatkan Aktivitas Fisik Menjadi aktif secara fisik dapat meningkatkan kesuburan pada wanita. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa olahraga tingkat sedang memiliki efek positif pada kesuburan. Namun, olahraga berlebihan tanpa asupan kalori yang cukup dapat menyebabkan siklus menstruasi yang tidak normal dan membatasi kesuburan. Jika Anda berencana untuk meningkatkan aktivitas fisik, lakukanlah secara bertahap.

5. Membatasi Asupan Kafein dan Alkohol Bagi beberapa orang, membatasi konsumsi kopi atau alkohol adalah sesuatu yang sulit. Namun, jika Anda ingin meningkatkan kesuburan, maka harus membatasi konsumsi kopi dan alkohol. Kedua asupan tersebut bisa berdampak negatif jika Anda sedang merencanakan kehamilan. Asupan kafein yang dianjurkan adalah tidak melebihi 200 mg per hari, sedangkan untuk asupan alkohol tidak lebih dari 2-3 porsi per minggu. Satu porsi alkohol setara dengan 133 ml wine atau 354 ml bir.

baca juga: Penelitian: Satu Dosis Vaksin AstraZeneca Bisa Berikan Tingkat Perlindungan 88 Persen

6. Konsultasi dengan Psikolog Menjalani perawatan kesuburan dan mencoba untuk hamil bisa membuat stres. Sementara beberapa stresor dapat dihilangkan, ada juga yang lebih sulit untuk dikendalikan. Sebuah studi menemukan bahwa intervensi psikologis untuk wanita dengan infertilitas memiliki potensi untuk mengurangi kecemasan dan depresi, sehingga menyebabkan tingkat kehamilan yang lebih tinggi. Intervensi psikologis dapat mencakup berbicara dengan terapis, melakukan teknik relaksasi seperti yoga/meditasi, dan terapi perilaku kognitif.

7. Konsumsi Makanan yang Kaya Antioksidan Antioksidan seperti folat dan zinc dapat meningkatkan kesuburan tidak hanya bagi wanita tetapi juga untuk pria. Kedua mineral tersebut mampu menonaktifkan radikal bebas dalam tubuh yang dapat merusak sel sperma dan sel telur. Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita yang mendapatkan asupan folat lebih tinggi dikaitkan dengan tingkat implantasi, kehamilan klinis, dan kelahiran hidup yang lebih tinggi. Sedangkan studi para pria dewasa menunjukkan, konsumsi 75 gram kenari per hari dapat meningkatkan kualitas sperma. Makanan seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian dikemas penuh dengan antioksidan bermanfaat seperti vitamin C, vitamin E, folat, beta karoten, dan lutein.

8. Meningkatkan Porsi saat Sarapan Sebuah studi menemukan bahwa sarapan dalam jumlah porsi yang besar membuat seorang wanita mengalami ovulasi lebih banyak daripada wanita yang makan pagi lebih sedikit dan makan malam lebih banyak. Hal ini menunjukkan bahwa meningkatkan asupan saat sarapan terkait dengan peningkatan kesuburan. Namun, penting untuk dicatat bahwa meningkatkan ukuran sarapan tanpa mengurangi porsi makan malam, hal tersebut akan menyebabkan penambahan berat badan. Oleh karena itu, pilihlah menu-menu sarapan sehat.

9. Menghindari Makanan Tinggi Lemak Trans Lemak trans dikaitkan dengan peningkatan risiko infertilitas karena efek negatifnya pada sensitivitas insulin. Jenis lemak ini umumnya ditemukan dalam minyak nabati terhidrogenasi dan biasanya terdapat dalam beberapa margarin, makanan yang digoreng, produk olahan, dan makanan yang dipanggang. Sebuah studi menemukan bahwa diet tinggi lemak trans dan rendah lemak tak jenuh dikaitkan dengan ketidaksuburan untuk pria dan wanita.

10. Meningkatkan Asupan Protein nabati Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ketika 5 persen dari total kalori berasal dari protein nabati, risiko infertilitas menurun lebih dari 50 persen. Studi lain mengungkapkan, meningkatkan asupan ikan ternyata berkorelasi dengan kemungkinan kelahiran hidup yang lebih tinggi setelah perawatan infertilitas. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk mengganti beberapa protein dalam diet Anda dengan protein dari sayuran, kacang-kacangan, dan ikan rendah merkuri.

11. Konsumsi Multivitamin Jika Anda mengonsumsi multivitamin, kemungkinan kecil Anda mengalami infertilitas. Diperkirakan 20 persen infertilitas dapat dihindari jika wanita mengonsumsi 3 multivitamin atau lebih per minggu. Mikronutrien yang ditemukan dalam vitamin memiliki peran penting dalam kesuburan. Bagi wanita yang mencoba hamil , multivitamin yang mengandung folat mungkin sangat bermanfaat. Konsultasi dengan dokter tentang suplemen apa saja yang membantu meningkatkan kesuburan.

Editor: Eko Fajri