Perlu Diwaspadai, Terlalu Kurus Ternyata Juga Bahaya Bagi Kesehatan

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Banyak orang menginginkan tubuh yang ideal. Namun seperti halnya obesitas, banyak juga orang yang kekurangan berat badan atau terlalu kurus.

Sebenarnya menjadi kurus sama bahayanya dengan kelebihan berat badan.Badan terlalu kurus merupakan kondisi yang perlu diperhatikan. Dilansir dari hellosehat begini dampakbadan terlalu kurus pada kesehatan anda:

baca juga: Ini Pengobatan Rumahan yang Dapat Meredakan Gejala Gatal pada Miss V

Kurus adalah kondisi kurangnya berat badan bila dibandingkan dengan tinggi badannya. Atau, bisa disebut juga bahwa proporsi berat badannya tidak proporsional dengan tinggi badannya. Seseorang tergolong kurus (underweight) ketika memiliki nilai indeks massa tubuh (IMT) yang kurang dari 18,5.

Rentan sakit

baca juga: Penelitian: Satu Dosis Vaksin AstraZeneca Bisa Berikan Tingkat Perlindungan 88 Persen

Sistem kekebalan tubuh yang melamah termasuk masalah yang dialami orang dengan badan terlalu kurus. Mereka biasanya kekurangan asupan kalori, protein, dan antioksidan. Padahal, Anda butuh gizi yang cukup agar sistem imun tubuh tetap kuat. Zat gizi protein berfungsi membuat hormon, enzim, dan membuat jaringan baru yang terserang infeksi. Antioksidan berguna untuk melawan radikal bebas dalam tubuh. Saat keduanya kurang, tubuh Anda jadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Suatu studi dari Clinical Microbiology and Infection pada 2018 membuktikan bahwa ada hubungan antara infeksi dan badan terlalu kurus. Semakin kurus seseorang, risiko mengalami penyakit infeksi akan semakin besar.

Tidak subur

baca juga: Agar Sayuran Tidak Kehilangan Gizi, Begini Cara Memasaknya

Orang yang badannya terlalu kurus memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami amenore. Amenore merupakan gangguan siklus menstruasi, sehingga Anda mungkin berhenti menstruasi. Siklus menstruasi yang tidak teratur dalam jangka waktu panjang bisa mengganggu produksi sel telur dalam tubuh wanita. Jika tubuh tidak menghasilkan sel telur, Anda akan jadi tidak subur dan akan kesulitan mengusahakan kehamilan.

Kekurangan zat gizi

baca juga: Kasus Kematian Bayi di Pariaman Meningkat, Dinkes Sedang Cari Penyebabnya

Orang yang kurus memiliki risiko besar mengalami kekurangan asupan gizi, apa pun jenis zat gizinya. Kurangnya asupan salah satu zat gizi akan berdampak ke berbagai kondisi penyakit lainnya. Contohnya jika kekurangan zat besi, Anda akan memiliki risiko besar mengalami anemia. Anemia akan membuat orang merasa gampang lemas. Jika kekurangan kalsium, Anda berisiko mengalami osteopenia hingga osteoporosis.

Perubahan hormon

Dampak badan terlalu kurus lainnya berkaitan dengan keseimbangan hormon. Orang yang terlalu kurus berisiko mengalami gangguan hormon, termasuk hormon-hormon penting yang mengatur kondisi kesehatan tulang dan jantung. Bagi wanita, gangguan hormon reproduksi juga sering terjadi, sehingga menyebabkan menstruasi tidak teratur atau bahkan tidak menstruasi. Jika kondisi ini dibiarkan, Anda mungkin saja menjadi tidak subur. Selain itu, tubuh yang terlalu kurus dapat menimbulkan gangguan pada hormon stres. Hormon stres cenderung meningkat dan ini bisa mengganggu kondisi psikologis Anda.

Terlalu kurus juga bisa memengaruhi produksi hormon tiroid. Hormon tiroid ini berfungsi penting dalam berbagai sistem dalam tubuh, mulai dari menjaga sistem pernapasan, menjaga subuh tubuh, mengatur denyut jantung, hingga menguatkan otot. Jika produksi hormon ini berkurang atau terhambat, semua fungsi tubuh tersebut juga akan menurun secara otomatis.

Osteoporosis

Melansir Healthline, orang dengan badan terlalu kurus memiliki risiko penurunan kepadatan tulang atau bone mineral density (BMD) yang lebih parah dibandingkan orang dengan berat badan normal. Berkurangnya kepadatan tulang tentunya membuat Anda rentan mengalami osteoporosis. Dalam sebuah studi, 24% wanita dengan IMT kurang dari 18,5 menunjukkan BMD yang lebih rendah dibandingkan dengan wanita dengan berat badan normal.

Editor: Ramadhani