Campur Kopi dengan Bahan Ini Dapat Meningkatkan Resiko Buruk Bagi Kesehatan

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Mungkin masih banyak orang yang belum tahu soal kopi ada dampak negatifnya jika memang dicampur dengan yang lain. Mengonsumsi kopi di pagi hari memang bermanfaat bagi kesehatan termasuk meningkatkan daya ingat hingga mengurangi risiko diabetes tipe II.

Namun, jika Anda terlalu sering menambahkan pemanis dan krim pada kopi , itu bisa menyebabkan risiko buruk pada kesehatan .

baca juga: Ini Pengobatan Rumahan yang Dapat Meredakan Gejala Gatal pada Miss V

Apalagi jika mengonsumsi kopi dengan pemanis buatan seperti aspartam dapat memiliki efek jangka panjang pada kesehatan .

"Aspartam tidak hanya dapat menyebabkan berat badan bertambah, tapi juga memicu obesitas. Bahkan meningkatkan kemungkinan terkena Alzheimer dan stroke," kata dokter keluarga Dr Waqas Ahmad Buttar seperti dilansir dari Ayobandung.com, Rabu (2/6/2021).

baca juga: Penelitian: Satu Dosis Vaksin AstraZeneca Bisa Berikan Tingkat Perlindungan 88 Persen

Buttar menjelaskan bahwa aspartam termasuk dalam kelas bahan kimia yang disebut eksitotoksin. Eksitotoksin bisa merusak biota usus dan berkontribusi lebih besar pada obesitas daripada gula. Ironisnya, aspartam sering dipasarkan sebagai alternatif makanan yang ramah untuk gula.

"Kenyataannya, efek samping yang dapat ditimbulkannya jauh lebih buruk mulai dari penambahan berat badan hingga sakit kepala kronis dan peningkatan risiko penyakit jantung," kata Buttar.

baca juga: Agar Sayuran Tidak Kehilangan Gizi, Begini Cara Memasaknya

Buttar juga mengingatkan para pecinta kopi untuk memperhatikan kemasan label dan komposisi jika hendak membeli krim kopi . Sebab ada beberapa merek krimer yang mengandung aspartam di dalamnya.

Lalu apa alternatif lain, untuk mengganti pemanis atau krim pada kopi ? Buttar menyarankan agar Anda menambahkan sirup maple atau madu untuk mempermanis kopi . Menurutnya, madu tidak berdampak buruk bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.

baca juga: Kasus Kematian Bayi di Pariaman Meningkat, Dinkes Sedang Cari Penyebabnya

Editor: Eko Fajri