Dokter Bisa Menggunakan dan Meresepkan Jamu Kepada Pasien, Jika...

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

KLIKPOSITIF - Jamu telah dikenal masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu kala. Bukan sekadar minuman pelepas dahaga, jamu juga dimanfaatkan untuk menjaga kebugaran tubuh sekaligus obat tradisional.

Meski begitu, dokter tidak bisa leluasa meresepkan jamu kepada pasien. Sehingga masyarakat biasanya mengonsumsi jamu dengan membeli secara bebas atau membuatnya sendiri.

baca juga: Varian Delta Rentan Menyerang Anak-anak dan Lebih Mudah Menular, Ini Saran Dokter Bagi Orangtua Untuk Lindungi Buah Hati

"Kalau kami di IDI (Ikatan Dokter Indonesia), dokter masih bisa menggunakan dan meresepkan jamu kalau jamu tersebut sudah kualitas obat," kata Ketua Umum PB IDI dr. Daeng M. Faqih dalam webinar perayaan Hari Jamu Nasional, Minggu (30/5/2021).

Pengembangan produk jamu dalam ilmu farmasi agar bisa digunakan secara resmi dalam kedokteran sebenarnya sudah direncanakan cukup lama. IDI sendiri mendukung dan mendorong agar penelitian segera dilakukan, kata Daeng.

baca juga: Rawan Penyimpangan, Kemendagri Perlu Gandeng BPK Audit Realisasi Insentif Nakes di Daerah

Hal serupa juga pernah disampaikan oleh Ketua Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) Penny Lukito.

"Bu Penny menyampaikan ke saya, 'bagaimana mengembangkan jamu '. Bahkan beliau menyarankan untuk ada kerjasama IDI dengan Badan POM untuk mengembangkan jamu ."

baca juga: Anak Positif Covid-19? Ini Saran IDAI pada Orangtua Untuk Menanganinya

"Saya sambut kalau memang kita bareng-bareng, kita kembangkan bersama. Kalau ada jamu yang bisa digunakan dokter kayanya bagus untuk kita dorong," ucap Daeng.

Menurut Daeng kerjasama dan penelitian bisa dilakukan antara IDI bersama Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) juga Badan POM.

baca juga: Hadapi Gelombang Susulan Pandemi Covid-19 di Indonesia, Dorong Mahasiswa Kedokteran dan Keperawatan Jadi Relawan

"Badan POM yang punya otoritas dimasalah obat termasuk jamu . Kalau dalam riset bisa ada lembaga riset IDI . Sehingga langkah di POTJI untuk siencetific ini selalu kita dukung. Entah mungkin nanti ada MoU dengan Badan POM juga lembaga riset IDI ," tuturnya.

Daeng yakin pengembangan jamu bisa dilakukan sehingga menjadi terobosan dalam ilmu kedokteran di Indonesia. Terlebih, dengan kekayaan tumbuh-tumbuhan di Indonesia yang menjadi salah satu bahan pembuatan obat bisa berpotensi besar.

"Dikembangkan menjadi obat atau jamu yang bisa digunakan oleh dokter . Saya yakin sekali. Kami ingin mendorong kekayaan alam Indonesia bisa didorong menjadi sesuatu yang di lapangan kesehatan ada manfaat. Bukan hanya sekadar herbal biasa, tapi jamu yang berkualitas," pungkasnya.

Sumber : suara.com

Editor: Haswandi