Lebaran Sebentar Lagi, Waspada Ganguan Kesehatan Akibat Pola Makan

menu lebaran
menu lebaran (net)

KLIKPOSITIF - Dalam pekan ini umat muslin akan merayakan Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah. Sebulan berpuasa, banyak yang mengaku merasakan tubuh lebih sehat, salah satunya berkat berat badan yang cenderung lebih terkontrol.

Namun biasanya, setelah lebaran , banyak orang justru mengalami kenaikan berat badan, bahkan angkanya melebihi dari sebelum Ramadan. Dilansir dar Suara.com Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Eka Hospital dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD mengatakan dirinya tak merasa aneh dengan fakta tersebut.

baca juga: Ingin Hidup Lebih Sehat, Mulai dengan Berjalan 30 Menit Setiap Hari

Hal itu lantaran adanya sebuah bukti dari penelitian yang pernah dilakukan di Saudi Arabia. "Hal ini jadi paradigma bahwa ternyata mungkin ada perubahan pola makan, perubahan aktivitas yang terjadi di antara Ramadhan dan pasca Ramadan sehingga berat badan akan berpengaruh," ujar dr. Rudy.

Ia mengatakan bagaimana selama Ramadhan masyarakat justru memiliki pola makan teratur, karena ada jam berbuka puasa, jam makan malam dan waktu sahur. "Rata-rata sudah ada pakemnya tapi setelah Ramadhan, katakanlah jadi bebas," ungkapnya.

baca juga: Ini Kata Ilmuan Terkait Vaksin Corona yang Sudah Ada dan Varian Delta

Apalagi setelah Ramadan selesai, saat hari raya diperparah dengan aneka sajian makan makanan tinggi gula, lemak, dan garam. Makan seperti kue kering, opor, rendang, ketupat dan sebagainya. Diperparah makanan ini biasanya dibuat dalam jumlah besar, sehingga butuh waktu hingga berhari-hari untuk menghabiskannya. Alhasil jadilah berat badan berlebih.

"Padahal BMI atau indeks masa tubuh atau berat badan rerata turun, di bulan Ramadhan, pada kondisi orang dengan obesitas," katanya.

Saat berat badan sudah berlebih, bahkan cenderung obesitas yang ditakutkan adalah memicu kekambuhan berbagai penyakit kronik seperti kenaikan gula darah yang memicu diabetes, kolesterol tinggi memicu stroke dan penyakit jantung. "Tentunya berat badan ini akan berpengaruh terkait dengan diabetesnya dan beragam penyakit metabolik lainnya," katanya.

baca juga: Kasus COVID Melonjak, Menaker Minta Perusahaan Utamakan Keselamatan Pekerja

Editor: Ramadhani