Sama-sama Buat Lesu, Wajib Tahu Ini Bedanya Anemia dan Talasemia

.
. (Net)

KLIKPOSISTIF - Pasien talasemia membutuhkan transfusi darah seumur hidup, agar bisa hidup laiknya orang normal.

Salah satu gejala talasemia adalah rendahnya protein pembawa oksigen (hemoglobin) dalam darah, yang dibarengi wajah pucat dan lesu selaiknya gejala anemia .

baca juga: Ingin Hidup Lebih Sehat, Mulai dengan Berjalan 30 Menit Setiap Hari

Lalu, apa bedanya anemia dan talasemia ?

Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PP PHTDI) Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, SpPD--KHOM mengatakan dalam kasus talasemia , anemia adalah salah satu gejala atau tanda yang harus diwaspadai.

baca juga: Ini Kata Ilmuan Terkait Vaksin Corona yang Sudah Ada dan Varian Delta

Hal ini lantaran, anemia kerap menjadi patokan seseorang didiagnosa mengalami talasemia , dan biasanya kategori anemia akan memengaruhi jenis talasemia yang diderita seseorang.

"Talasemianya ikut sama dia (jenis anemia yang diderita). Anemia ringan, maka talasemia ringan kategorinya apakah beta atau alfa secara genotip (pembawa sifat talasemia ). Kalau anemianya berat namanya talasemia mayor," ujar Dr. Tubagus, dalam acara bincang media Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kamis (6/5/2021).

baca juga: Kasus COVID Melonjak, Menaker Minta Perusahaan Utamakan Keselamatan Pekerja

Adapun untuk kategori anemia bisa dilihat dari kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Kategori anemia berat pada perempuan Hb di bawah 7, sedangkan laki-laki di bawah 8.

Anemia sedang pada perempuan Hb di angka 7 hingga 9, sedangkan laki-laki 8 hingga 10. Lalu anemia ringan pada perempuan Hb di angka 9 hingga 12, dan laki-laki di angka 10 hingga 13.

baca juga: Muhaimin Iskandar: Patuhi Protokol Kesehatan Agar Ekonomi Bisa Tumbuh

Sedangkan kategori Hb normal, pada perempuan Hb minimal 12 atau lebih, dan pada lelaki Hb minimal 13 atau lebih.

Meski begitu kata Dr. Tubagus, seseorang yang tidak memiliki anemia bukan berarti ia tidak memiliki talasemia . Ini karena, ada sebagian populasi yang memiliki Hb normal tapi ia memiliki talasemia minor, atau carrier (pembawa sifat).

"Jika pada telasemia berat atau mayor mudah didiagnosis dengan pemeriksaan Hb, tapi yang sulit pada telasemia minor, karena pada kondisi tertentu dia hemoglobinnya normal," tutur Dr. Tubagus.

Maka meski Hb normal, pemeriksaan talasemia akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan MCV (mean corpuscular volume) atau perhitungan rerata sel darah merah. Apabila MCV rendah kurang dari jumlah normal 85, seperti 70, 60 atau bahkan 50, maka ia dipastikan talasemia minor.

Namun untuk menentukan talasemia beta minor atau alfa minor, maka ia juga akan dilakukan pemeriksaan elektroforesis Hb, yaitu untuk menentukan tipe hemoglobin dalam darah.

"Kalau kurang dari 3,5 persen maka kemungkinan bukan talasemia beta, tapi talasemia alfa sehingga bisa diperiksa dengan analisis DNA," pungkas Dr. Tubagus

Editor: Eko Fajri