Berbuka Puasa Juga Perlu Tahapan, Kembalikan Energi dengan Cara Ini

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

KLIKPOSITIF - Kebanyakan makan dan minum saat berbuka puasa bisa berujung ngantuk, yang mengganggu ibadah salat Tarawih. Bagaimana ya cara mengatasi kantuk?

Saat menyiapkan takjil untuk berbuka puasa , kita mungkin tergoda untuk menyajikan berbagai macam makanan dan minuman hingga memenuhi meja. Padahal tidak perlu berlebihan dalam menyiapkan kudapan untuk berbuka puasa .

baca juga: PIRA Sumbar Berbagi Nasi Kotak dan Takjil, Andre Rosiade ajak Kader Gerindra Turun ke Lapangan

Secara kesehatan, tubuh sebenarnya butuh asupan karbohidrat untuk memulihkan energi. Namun jangan langsung konsumsi makanan berat.

Ketua Umum Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr. Adib Khumaidi, Sp.OT., mengatakan, berbuka puasa juga perlu tahapan. Bukan hanya untuk kembalikan energi, tapi juga mencegah rasa kantuk saat salat taraweh.

baca juga: Kerahasiaan Malam Lailatul Qadar, Habib Syech Jelaskan Cara Meraihnya

"Untuk kembalikan energi kita harus ada teh manis. Kemudian kita harus atur polanya juga. Untuk berbuka bisa diawali dengan kurma dan kue atau gorengan. Dari situ baru kemudian lanjut salat magrib lalu makan besarnya. Jadi begitu, nanti salat tarawehnya pasti gak ngantuk," kata dokter Adib kepada suara.com, Selasa (20/4/2021).

Demikian pula saat sahur. Kebutuhan kalori dibutuhkan sebagai modal menjalankan puasa selama kurang lebih 14 jam.

baca juga: Jika Mengalami Kondisi Ini, Sebaiknya Segera Batalkan Puasa

Dokter Adib menjelaskan bahwa sumber energi utama bagi tubuh sebenarnya karbohidrat.

Tetapi bagi orang-orang yang sedang menjalani diet dan mengurangi asupan karbohidat, disarankan untuk perbanyak konsumsi protein dan lemak sebagai pengganti sumber energi.

baca juga: Zakat Fitrah Online, Ini Hukum, Niat Hingga Tata Caranya

"Diet karbohidrat itu boleh, asalkan kita harus subsidi dengan yang lain, terutama protein. Bisa dari daging, ikan untuk menambah kalori," ucapnya.

Ia mengingatkan, menu berbuka dan sahur bukan hanya dilihat dari jumlah makanan dan minuman yang dikonsumsi. Terpenting dahulukan nutrisi yang terkandung agar retap bermanfaat bagi tubuh.

"Saat berbuka dan sahur harus diperhatikan tidak hanya dari jumlahnya saja. Tapi kita juga perhatikan makanan yang dimakan bergizi, memiliki kandungan yang nanti akan kembalikan energi kita pasca puasa ," ujar dokter Adib.

Sumber : suara.com

Editor: Haswandi