Ilmuwan Temukan Dinosaurus Terbang Jenis Baru Mirip Porg di Film The Last Jedi

Porg
Porg (Net)

KLIKPOSITIF - Ahli paleontologi di China telah menemukan kerangka fosil Sinomacrops bondei, spesies dan genus baru dinosaurus terbang yang tampak menggemaskan, tidak seperti kebanyakan dinosaurus lainnya.

Diklasifikasikan sebagai anurognathid, spesies ini memiliki mata bulat dengan dagu pendek dan gemuk. Hewan tersebut bahkan disebut mirip dengan Porg, karakter imut yang muncul di film Star Wars: The Last Jedi.

baca juga: Miliki Kekayaan Puluhan Miliar Dolas AS, Wanita Ini Jadi Janda Terkaya di Dunia

Ini adalah anurognathid pertama yang ditemukan dengan tengkorak terbuka dalam tampilan lateral, memungkinkan para ilmuwan untuk lebih memahami perkembangan dan diversifikasi evolusi spesies.

Dikenal luas sebagai pterosaurus, itu merupakan ordo reptil terbang prasejarah yang sangat beragam dan vertebrata paling awal yang diketahui memiliki kemampuan terbang.

baca juga: Donald Trump Luncurkan Media Sosial Buatannya Sendiri, Ternyata Cuma Blog

Alih-alih memiliki kulit yang kasar, spesies baru ini memiliki kepala dan tubuh yang diselimuti oleh pycnofibers, filamen yang mirip dengan bulu.

Dalam penelitian yag diterbitkan di jurnal Paleontology and Evolutionary Science, tim peneliti internasional melaporkan genus baru yang digali di Mutoudeng, Provinsi Hebei, China.

baca juga: Beri Bantuan, Jerman Kirim Oksigen Pakai Pesawat Kargo Militer ke India

Nama ilmiah hewan itu ditetapkan sebagai Sinomacrops bondei, diambil dari kata Yunani yang berarti Sino (China), macro (besar), dan ops (mata).

Sementara itu, para ahli memilih kata Bondei untuk menghormati ahli paleontologi Niels Bonde.

baca juga: AS dan Eropa Mulai Longgarkan Aturan Jaga Jarak

Spesies ini diketahui berasal dari periode Pertengahan-Akhir Jurassic, sekitar 160 juta tahun yang lalu.

Dilansir dari Daily Mail, Rabu (21/4/2021), Sinomacrops bondei memiliki lebar sayap hanya 36 inci dan kemungkinan besar tinggal di lingkungan hutan, serta memakan serangga.

Penemuan langka ini menunjukkan keragaman morfologi yang lebih besar daripada yang diperkirakan ahli paleontologi. Fosil Sinomacrops bondei akan disimpan di Museum Paleontologi Jinzhou.

Editor: Eko Fajri