Anak Harus Dijauhkan dari Paparan Asap Rokok, Begini Caranya

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Anak -anak merupakan bagian dari keluarga yang paling rentan terpapar asap rokok. Anak -anak bisa terpapar asap rokok dari orang tuanya sendiri dan juga dari lingkungan sosial.

Untuk itu, anak-anak harus dijauhkan dari paparan asap rokok. Lalu bagaimana caranya mencegah anak merokok? Ingat, larangan merokok saja belum tentu mempan. Makin dilarang anak mungkin jadi makin penasaran. Dilansir dari hellosehat ini sejumlah langkah yang bisa dilakukan:

baca juga: Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia, Perawat SPH: Kebersihan Tangan Dapat Pengaruhi Kesehatan

Orangtua tak boleh merokok

Anak belajar mengambil keputusan dan berperilaku lewat orangtuanya. Jadi berhentilah merokok kalau tidak mau anak mengikuti hal tersebut. Penelitian dari University of Washington membuktikan bahwa anak -anak dengan orang tua perokok punya kemungkinan besar mulai merokok di usia belia, yaitu 13 tahun. Percuma saja melarang anak merokok jika Anda sendiri belum lepas dari kebiasaan tersebut.

baca juga: DPR: Benahi Regulasi di Pintu Masuk Indonesia

Selalu ingatkan anak sisi negatif merokok

Seperti halnya pendidikan seks bagi anak , pendidikan soal bahaya rokok harus dimulai sejak dini. Meskipun anak masih duduk di bangku taman kanak-kanak atau sekolah dasar, Anda harus terus mengingatkan anak apa saja dampak negatif merokok. Misalnya Anda sekeluarga sedang berada di tempat umum dan ada orang yang merokok di dekat Anda. Beri tahu anak bahwa rokok merusak kesehatan , mengganggu orang lain, dan menghabiskan banyak uang. Supaya dampaknya bisa dibayangkan anak , beri contoh yang sederhana. Jelaskan bahwa harga sebungkus rokok sama dengan harga satu jilid komik kesukaannya.

baca juga: Hari Ini 78 Warga Tanah Datar Positif COVID-19, Seorang Pasien Meninggal Dunia

Rutin berkomunikasi dengan anak

Mencegah anak merokok bukan berarti mengekang kebebasannya. Tak perlu melarang anak bergaul dengan teman sebaya yang orang tuanya perokok atau menonton film yang ada adegan merokoknya. Kuncinya justru membangun komunikasi dan kepercayaan antara Anda dengan anak . Segala nasihat dan nilai yang ditanamkan akan terus melekat pada anak , meskipun teman sekelasnya merokok atau ia sering menonton film dengan adegan merokok. Hal ini akan sangat berguna kalau anak ditawari rokok waktu Anda tidak ada bersamanya. Mengekang anak malah akan membuatnya mencari kesempatan di belakang Anda.

baca juga: Sama-sama Buat Lesu, Wajib Tahu Ini Bedanya Anemia dan Talasemia

Mengenal teman-teman anak

Selain berkomunikasi, mengenal langsung teman-teman anak bisa membantu Anda memantau pergaulannya. Ajak teman-teman si kecil main ke rumah supaya Anda bisa mengobrol juga dengan mereka. Dari situ Anda bisa menilai apakah ada kecenderungan anak mencoba rokok bersama teman-temannya. Melihat dari luar saja memang tak bisa menjamin seratus persen anak -anak bebas dari rokok. Namun, paling tidak Anda tahu seperti apa teman bermain yang dipilih anak sehingga Anda bisa membantunya mengambil keputusan yang bijak.

Editor: Ramadhani