Viral Video Balita Perempuan yang Sedang Nge-vape, Artis Ini Geram dan Buat Sayembara Berhadiah 100 Dolar

Video balita yang lagi viral
Video balita yang lagi viral (Instagram)

KLIKPOSITIF - Jagad dunia maya dihebohkan dengan beredarnya video balita perempuan yang sedang mengisap rokok elektronik alias vape. Diduga balita dipaksa ayahnya untuk mengisap vape itu.

Video viral balita perempuan yang sedang nge-vape itu pun membuat artis bernama Shyalimar Malik murka. Cima, sapaan wanita itu pun menggelar sayembara kepada orang yang berhasil menyeret orang tua balita itu ke polisi.

baca juga: Vicky Prasetyo : Kalau ke Klub Gue Nggak Banyak Ngomong, Tinggal Nyawer Rp 50 Juta, Habis Itu Pulang

Seperti dikutip Kanal Entertainment Suara.com, Cima janji akan menghadiahkan uang sebesar 100 dolar Amerika Serika bagi orang yang bisa menjebloskan orang tua balita itu ke bui.

"Iya benar, aku nggak bohong. Aku bakalan kasih uang US$ 100 dolar buat orang yang nemuin alamat orangtua yang kasih dan suruh hisap vape ke anak balitanya," kata Shyalimar Malik ketika dihubungi melalui pesan singkat, Senin (4/4/2021).

baca juga: Tak Berbeda dengan Aktivitas pada Tahun Sebelumnya, Ivan Gunawan : Puasa dan Lebaran di Rumah Aja

Shyalimar Malik geram karena ia tahu vape mengandung nikotin dan sangat berbahaya untuk anak-anak.

"Karena vape cairannya mengandung nikotin. Jadi orangtua ini harus mendapatkan hukuman," ucapnya.

baca juga: Ghea Indrawari : Kalau Aku Sebelumnya Pernah Coba Main PUBG Tapi Nggak Pro

Shyalimar Malik pun masa bodoh bila ada orang yang menudingnya numpang tenar. Karena bintang film Gunung Kawi ini, berharap tidak ada lagi orang yang melakukan hal serupa.

"Aku enggak tega aja anak sekecil itu disuruh menghisap vape. Apa ngga ada otaknya tuh orangtua?" katanya.

baca juga: Sebut Ada Selebgram Songong-songong, Nikita Mirzani : Gue Pengen Gue Injek Aja Loh

Shyalimar Malik meminta bantuan kepada warganet untuk mencari alamat orangtua yang diduga memaksa anak balitanya mengisap vape, agar bisa ditindak lanjuti.

"Harus ada hukuman biar jera. Bisa aja kita adukan ke Komnas Anak dan KPAI, bahkan polisi. Karena perbuatan orangtuanya itu tidak masuk akal dan tidak mendidik,"kata dia.

Sumber : suara.com

Editor: Haswandi