Panduan CDC Amerika, Yang Sudah Dapat Vaksin COVID-19 Penuh Tidak Perlu Karantina Jika Kembali Terpapar

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

KLIKPOSITIF - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS ( CDC ) mengeluarkan panduan baru bagi orang-orang yang sudah mendapat vaksinasi virus corona Covid -19. Orang yang sudah mendapat vaksin Covid -19 penuh tidak perlu karantina jika mereka terpapar virus lagi dari orang yang terinfeksi.

Divaksin secara penuh berarti orang tersebut sudah mendapat dosis kedua dari vaksin dua dosis atau satu dosis dari vaksin dosis tunggal pada minimal dua minggu sebelumnya.

baca juga: Konfirmasi COVID-19 di Agam Tembus 2.193 Kasus

"Vaksinasi telah dibuktikan untuk mencegah gejala Covid -19, penularan gejala dan pra-gejala dianggap memiliki peran yang lebih besar dalam penyebaran virus daripada penularan murni tanpa gejala," kata CDC , dilansir Health.

Namun, CDC juga mengatakan risiko penyebaran virus corona dari orang yang sudah divaksinasi penuh ke orang lain masih belum pasti.

baca juga: Masih Pandemi, Pemko Payakumbuh Tak Rekomendasikan Tradisi Balimau

Pakar penyakit menular dan peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security, Maryland, Amesh A. Adalja, MD, mengatakan hal ini sesuai dengan apa yang ia arahkan kepada pasiennya yang baru sembuh dan memiliki kekebalan.

Adalja merujuk pada data vaksin dari organisasi pemeliharaan kesehatan Israel (HMO) yang menunjukkan rendahnya tingkat infeksi.

baca juga: KLIKPOSITIF Gelar KLIK Award 2021, Berbagai Instansi Terima Penghargaan

Di pusat pengujian Covid -19 terbesar di Israel, para peneliti mengamati penurunan signifikan dalam jumlah infeksi di antara kelompok usia yang paling banyak divaksinasi.

Ini menunjukkan, meski orang yang divaksin terpapar virus dan terinfeksi, mereka cenderung tidak menulari orang lain.

baca juga: Studi Baru Sebut Tak Ada Hubungan Antara Golongan Darah dan Risiko Covid-19

"Ditambah lagi, secara biologis tidak masuk akal bagi saya, jika vaksin yang sangat efektif dalam mencegah penyakit simptomatik (bergejala) tidak berpengaruh pada penularan," tutur Adalja.

Panduan CDC kemungkinan besar akan berkembang seiring semakin banyaknya data vaksin yang tersedia.

Namun, meski orang yang sudah divaksinasi penuh mungkin tidak perlu karantina , mereka harus tetap memperhatikan gejala Covid -19 selama 14 hari setelah terpapar.

Jika mengalami gejala, orang tersebut harus dievaluasi dan mungkin menjelani tes Covid -19.

Selain itu, CDC menekankan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, terutama mamakai masker dan menjaga jarak, serta menghindari kerumunan saat di ruang berventilasi buruk.

Sumber : suara.com

Editor: Haswandi