Dijual Seperti Permen, Ini Harga dan Penampakan Petai Dibungkus Per Butir

Kiri ilustrasi petai (shutterstock) | Kanan petai dibungkus per biji mirip permen
Kiri ilustrasi petai (shutterstock) | Kanan petai dibungkus per biji mirip permen ((Facebook|Rob Machado))

KLIKPOSITIF - Petai ternyata tak hanya populer di Indonesia melainkan Negeri Jiran. Gegara harga petai mahal, belum lama ini seorang pria jadi sorotan usai melakukan sebuah trik mengejutkan.

Kendati aromanya tajam, siapa sangka warga Malaysia juga gemar mencampurkan sejumlah masakan dengan tambahan petai .

baca juga: Turun Tipis Jelang Akhir Pekan, Emas Batangan Dijual Rp 926 Ribu Per Gram

Tapi ternyata, di Malayasia sendiri harga petai terbilang mahal. Bahkan 1 kilogram petai saja harganya setara dengan daging sapi yakni Rp200 ribuan atau 60 ringgit Malaysia .

petai dibungkus per biji mirip permen (Facebook Rob Machado)
petai dibungkus per biji mirip permen (Facebook Rob Machado)

Aksi pria jual petai per butir bak permen ini mendadak viral usai diunggah melalui akun Facebook. Pria bernama Rob Machado ini memiliki trik agar para pelanggan bisa menikmati petai dengan harga murah.

baca juga: Nilai Ekspor Melejit, BPS: Meningkat 47,64 Persen dari Tahun Lalu

Rob akhirnya menjual petai tadi secara ecer dengan mengemasnya per butir layaknya permen.

"Siapa tak punya uang untuk beli petai di musim ini? Saya ada petai ecer, dijual perbiji dibungkus satu per satu. Harganya satu biji 30 sen (setara dengan Rp 1.100). Jika beli dua biji jadi 50 sen saja," tulisnya melalui akun pribadinya yakni Rob Machado.

baca juga: Terus Menguat, Emas Dunia Capai Harga Tertinggi

Mengutip laman The Vocket, Rob sendiri sebenarnya juga merupakan salah satu pemilik agen petai di Malaysia .

Dengan kemasan kecil tersebut, Rob berharap orang-orang bisa tetap membeli petai dengan harga terjangkau.

baca juga: Masuki Akhir Pekan, IHSG Terus Menguat

Rob juga menawarkan biaya ongkos kirim sebesar 8 ringgit Malaysia atau setara dengan Rp 27 ribu.

Agar kondisi petai bersih, Rob mengemasnya dalam bungkus kecil kemudian dirapatkan menggunakan mesin vacum.

Sumber: Suara.com

Editor: Eko Fajri