Penelitian: Konsumsi Kopi Miliki Efek Menguntungkan Pada Fungsi Pendengaran

ilustrasi
ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Selain nikmat diminum, kopi juga dapat memiliki manfaat kesehatan , mulai dari mencegah penyakit hati hingga meningkatkan harapan hidup orang yang meminumnya secara cukup.

Bahkan, sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa kopi dapat mengurangi risiko gangguan pendengaran pada pria.

baca juga: Anda Alami Gangguan Wasir, Ini Bahan Alami untuk Mengobatinya

Berdasarkan penelitian ini, pria yang minum setidaknya satu cangkir kopi setiap hari 15% lebih kecil kemungkinannya untuk kehilangan kemampuan pendengaran .

Studi ini dilakukan oleh tim dari Autonomous University of Madrid dengan menggunakan data dari 37 ribu orang di Biobank Inggris, lapor Independent.

baca juga: Air Kelapa Dapat Bantu Atasi Diare, Begini Fungsinya

Mereka menemukan sifat antioksidan dan anti-inflamasi di dalam kopi memberi keuntungan pada kemampuan pendengaran .

"Konsumsi kopi mungkin memiliki efek menguntungkan pada fungsi pendengaran karena sifat antioksidan dan antiinflamasi dari beberapa senyawanya," kata para peneliti.

baca juga: WHO: 4 Minggu Terakhir Infeksi Covid Meningkat 80 Persen

Efeknya pun tidak berkaitan dengan kandungan kafein di dalam kopi . Artinya, baik berkafein atau tidak, efeknya akan tetap sama.

Namun, peneliti tidak menemukan efek positif yang sama pada wanita. Menurut peneliti hal ini disebabkan oleh perbedaan fisiologi.

baca juga: Kurangi Resiko Penyakit Jantung, Yuk Konsumsi 3 Jenis Asupan Ini

"Kadar hormon estrogen yang bersirkulasi tinggi, yang lebih banyak dimililki wanita, melindungi dari gangguan pendengaran terkait usia. Sehingga dampak minum kopi ini pada pendengaran mereka akan kurang relevan," sambungnya.

Sedangkan untuk pria yang memiliki kadar estrogen lebih rendah dari wanita, manfaat makanan seperti kopi mungkin lebih jelas.

Meski begitu, bukan berarti kopi dapat dikonsumsi secara berlebihan untuk mencegah gangguan pendengaran .

"Terutama pada orang yang memiliki masalah kesehatan terkait dengan konsumsi kafein," tandas salah seorang peneliti, Marcos Machado-Fragua.

Editor: Eko Fajri