Masker Kain Tidak Efisien Mencegah Penyebaran Varian Baru Virus Corona, Lihat Hasil Penelitiannya

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

KLIKPOSITIF - Penelitian oleh New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (NERVTAG) menunjukkan varian baru virus corona Covid -19 B.1.1.7 di Kent lebih mematikan daripada varian virus corona sebelumnya.

Temuan ini membantu mencari tahu penyebab kematian akibat virus corona di Inggris, meskipun sudah diberlakukan pembatasan sosial.

baca juga: Kota Solok Jadwalkan Vaksinasi Tahap Dua Minggu Pertama Maret 2021

Karena varian baru virus corona yang lebih menular ini, seorang ahli epidemiologi di Amerika Serikat menyarankan masker yang lebih efektif mencegah penularan virus.

Eric Feigl-Ding, seorang epidemiologis dan ekonom kesehatan AS menyarannkan untuk penggunaan masker yang kuat dan efektif dalam menghadapi varian baru virus corona .

baca juga: Virus Corna B117 Masuk Indonesia, Seberapa Bahayakah? Ini Jawab Pakar

"Saya sudah mengatakan berbulan-bulan, bahwa kami perlu beralih ke mansker KN95, KF94 atau FFP2 Eropa secepatnya," kata Eric Feigl-Ding dikutip dari Express.

Eric Feigl-Ding telah menunjukkan beberapa penelitian tentang semua masker itu yang tingkat efektivitas filtrasinya sebesar 94 hingga 95 persen. Sejumlah penelitian pun telah mengakui kemanjuran masker ini.

baca juga: Terima Perintah Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Covid-19, Polda Sumbar Bentuk Tim

Satu studi dalam jurnal medis Lancet, juga telah membandingkan tingkat penularan varian baru virus corona di 16 negara. Penelitian itu menemukan bahwa N95 dan masker bedah juga lebih kuat menangkal virus dibandingkan masker satu lapis.

Penelitian tahun 2013 juga mengakui masker bedah biasa 3 kali lipat lebih efektif mencegah penularan virus corona daripada masker kain .

baca juga: Mutasi Virus Corona Baru B117 Ditemukan di Indonesia, Jawaban Jubir Satgas Covid-19 Timbulkan Tandatanya

Namun, studi terpisah oleh Duke University juga membandingkan kemanjuran masker yang berbeda dan menemukan masker N95 justru yang lebih efektif.

Sesuai dengan temuan Eric Feigl-Ding, masker N95 lebih sulit ditemukan di luar rumah sakit karena ketersediaannya yang belum banyak dan lebih dibutuhkan oleh petugas medis.

"Anda mungkin menemukan beberapa NIOSH N95 dari pengerjaan kayu, tetapi perhatikan bahwa sering kali masker tidak tahan cairan," jelasnya.

Feigl-Ding juga mengatakan dewan penasihat kesehatan di Jerman, Austria dan Prancis pun telah melarang penggunaan masker kain yang tidak efisien dalam mencegah penyebaran varian baru virus corona yang lebih mudah menular.

Sumber : suara.com

Editor: Haswandi