Profesor : Masuk Akal Untuk Mengembangkan Vaksin Covid-19 Khusus Untuk Hewan Peliharaan

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

KLIKPOSITIF - Virus corona Covid -19 diketahui juga menyebar melalui hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing. Para ilmuwan pun berpendapat anjing dan kucing mungkin perlu mendapatkan suntik vaksin Covid -19 untuk mencegah penyebaran virus corona.

Menurut para ahli, suntikan vaksin Covid -19 pada hewan peliharaan termasuk tindakan pencegahan yang harus dilakukan guna mengurangi risiko penyebaran virus.

baca juga: Kota Solok Jadwalkan Vaksinasi Tahap Dua Minggu Pertama Maret 2021

Para ahli dari University of East Anglia, Earlham Institute dan University of Minnesota dalam jurnal Virulence mengatakan evolusi lanjutan dari virus pada hewan diikuti oleh penularannya ke manusia. Sehingga hal ini bisa menimbulkan risiko jangka panjang yang siginifikan bagi kesehatan masyarakat.

"Banyak ahli mungkin tidak terpikirkan untuk suntik vaksin Covid -19 pada hewan peliharaan. Padahal langkah ini termasuk penting untuk mencegah penyebaran," jelas para ahli yang menulis jurnal dikutip dari The Sun.

baca juga: Virus Corna B117 Masuk Indonesia, Seberapa Bahayakah? Ini Jawab Pakar

Sebelum munculnya vaksin Covid -19, pemerintah Denmark telah memusnahkan jutaan hewan cerpelai karena beberapa spesies terinfeksi virus corona Covid -19 dan berisiko menyebabkan penyebaran.

Sementara itu, Cock van Oosterhout, profesor genetika evolusioner di UEA membenarkan bahwa ada anjing dan kucing yang tertular virus corona. Tapi, belum ada kasus yang diketahui bahwa virus corona menular dari hewan peliharaan tersebut ke manusia.

baca juga: Terima Perintah Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Covid-19, Polda Sumbar Bentuk Tim

"Jadi, masuk akal untuk mengembangkan vaksin Covid -19 khusus untuk hewan peliharaan, hanya sebagai tindakan pencegahan," jelasnya.

Menariknya, Rusia adalah negara pertama yang mulai mengembangkan vaksin Covid -19 untuk hewan peliharaan. Padahal informasi mengenai vaksin Covid -19 bagi hewan peliharaan masih sedikit.

baca juga: Mutasi Virus Corona Baru B117 Ditemukan di Indonesia, Jawaban Jubir Satgas Covid-19 Timbulkan Tandatanya

Kevin Tyler, pemimpin redaksi Virulence, mengatakan kucing cenderung tidak menunjukkan gejala ketika terinfeksi virus corona Covid -19. Tapi, mereka berisiko menularkannya ke manusia.

Prof van Oosterhout dan Prof Tyler menulis temuan itu bersama dengan direktur Earlham Institute Neil Hall dan Hinh Ly dari University of Minnesota.

Mereka berpendapat evolusi virus yang berlanjut pada inang hewan reservoir, diikuti oleh peristiwa spillback ke inang manusia yang rentan, menimbulkan risiko jangka panjang yang signifikan bagi kesehatan.

"Virus corona ini bisa menginfeksi berbagai spesies inang, termasuk kucing, anjing, cerpelai dan spesies liar serta peliharaan lainnya. Karena itu, vaksinasi hewan peliharaan mungkin diperlukan untuk menghentikan evolusi virus lebih lanjut dan peristiwa spillback," jelas mereka.

Sumber : suara.com

Editor: Haswandi