Menurut Ahli, Ini Lama Waktu yang Dibutuhkan Untuk Mengubah Kebiasaan

.
. (Net)

KLIKPOSITIF - Setiap orang memiliki kebiasaan yang sudah menahun dilakukan, ada yang positif tapi beberapa termasuk kebiasaan buruk yang bisa merugikan diri sendiri hingga orang lain.

Menurut Psikolog Kesehatan sekaligus Direktur Rawat Jalan Psikoterapi dan Bariatrik Psikologi di Rush University Medical Center, Joyce Corsica, PhD, kebiasaan adalah satu atau beberapa perilaku yang berulang dan otomatis dilakukan.

baca juga: Virus Corna B117 Masuk Indonesia, Seberapa Bahayakah? Ini Jawab Pakar

Lalu, berapa lama kebiasaan itu bisa diubah?

Anda mungkin pernah mendengar jika kebiasaan bisa diubah dalam 21 hari. Ini adalah mitos yang sudah ada sejak 1960-an berdasarkan buku Psycho-cybernetics yang ditulis Ahli Bedah Kometik Maxwell Maltz.

baca juga: Terima Perintah Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Covid-19, Polda Sumbar Bentuk Tim

Menurut Maxwell, butuh waktu hingga 21 hari pasiennya terbiasa dengan bagian tubuhnya yang berubah setelah dibedah, sampai akhirnya jadi kebiasaan .

Namun berdasarkan studi kecil di 2009 yang lebih bisa dipertanggungjawabkan, menemukan jika mengubah kebiasaan membutuhkan waktu 18 hingga 154 hari, seperti diwartakan Insider, Senin (18/1/2021).

baca juga: Mutasi Virus Corona Baru B117 Ditemukan di Indonesia, Jawaban Jubir Satgas Covid-19 Timbulkan Tandatanya

Dalam penelitian tersebut peserta diminta melakoni makan dan minuman sehat serta kebiasaan berolahraga di kehidupan sehari-hari mereka.

Hasilnya rata-rata peserta membutuhkan 66 hari untuk menjadikan kegiatan tersebut otomatis dilakukan tanpa paksaan, dan menjadi kebiasan.

baca juga: Cegah Gangguan Pendengaran Sejak Dini dengan Cara Ini

Namun para peserta harus berani konsisten melakukannya, semakin dilakukan setiap hari maka kebiasaan akan semakin cepat terbentuk.

Sementara itu konsistensi adalah kunci utama untuk mengubah kebiasaan dan itu membutuhkan proses. Jika Anda tidak konsisten, dengan mudah kebiasaan lama akan kembali sehingga harus memulainya lagi dari awal.

"Hal yang paling penting dan sulit untuk mengubah kebiasaan adalah terus bergerak maju," pungkas Corsica.

Editor: Eko Fajri