Ada Dua Jenis Lemak Perut, Mana yang Lebih Susah Dihilangkan?

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Tak hanya memengaruhi penampilan, perut buncit penuh lemak juga buruk bagi kesehehatan. Menjadi gemuk atau kelebihan berat badan bukan satu-satunya penyebab lemak perut menumpuk, bahkan orang kurus pun memiliki lemak perut .

Lemak perut mungkin berada tepat di bawah kulit dan Anda dapat dengan mudah melihatnya saat memegang perut . Tapi ada juga lemak keras yang terletak jauh di bawah kulit. Apa beda keduanya? Mari simak penjelasannya berikut ini, dilansir dari The Health Site.

baca juga: Virus Corna B117 Masuk Indonesia, Seberapa Bahayakah? Ini Jawab Pakar

Lemak Perut Lunak

Ini adalah lemak subkutan, yang disimpan tepat di bawah permukaan kulit. Lemak subkutan sangatlah lunak dan mudah bergoyang. Lemak lunak bisa terjepit di antara jari-jari. Setiap orang memiliki lemak perut subkutan dan biasanya tidak berbahaya.

baca juga: Terima Perintah Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Covid-19, Polda Sumbar Bentuk Tim

Pola makan yang buruk dan kurang olahraga adalah alasan utama penumpukan lemak subkutan. Dibandingkan pria , wanita lebih cenderung menyimpan lemak lunak di perutnya.

Untungnya, lemak lunak sangat mudah hilang. Dengan olahraga teratur dan pola makan yang sehat, lemak perut yang lembut bisa mencair dengan sendirinya.

baca juga: Mutasi Virus Corona Baru B117 Ditemukan di Indonesia, Jawaban Jubir Satgas Covid-19 Timbulkan Tandatanya

Lemak Perut Keras

Juga dikenal sebagai lemak visceral, lemak perut keras lebih berbahaya daripada lemak perut lunak. Konsentrasi lemak visceral yang tinggi dapat meningkatkan kemungkinan Anda terkena penyakit kronis.

baca juga: Cegah Gangguan Pendengaran Sejak Dini dengan Cara Ini

Karena lemak visceral disimpan di antara organ-organ dalam, ia mengemas organ-organ itu dengan erat, sehingga tidak ada ruang untuk bergerak. Ini membuat perut Anda terasa keras saat Anda menekannya.

Kurang olah raga, konsumsi makanan berlemak dan berkalori tinggi dalam jumlah tinggi dapat menyebabkan lemak visceral di perut . Genetika adalah faktor lain yang dapat memengaruhi seseorang untuk memiliki lemak visceral berlebih. Pria lebih mungkin mengembangkan perut yang keras daripada wanita .

Lemak visceral memicu produksi hormon dan zat inflamasi, yang dapat meningkatkan risiko penyakit kronis. Lemak keras dikaitkan dengan resistensi insulin, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan beberapa masalah kesehatan lainnya.

Namun penelitian telah menunjukkan bahwa dengan menurunkan antara 5 dan 10 persen berat badan, Anda dapat menghilangkan 25 hingga 40 persen lemak keras ini.

Makan makanan sehat dengan porsi seimbang serta olahraga secara teratur setiap hari dapat sangat membantu dalam mengurangi lemak subkutan dan viseral.

Editor: Eko Fajri