Profesor di London Sebut Ada Pasien COVID-19 Dengan Gejala Aneh

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

KLIKPOSITIF - Seperti yang dilaporkan, gejala virus corona Covid -19 paling umum meliputi demam, batuk kering, dan kelelahan. Sedangkan gejala lain yang kurang umum termasuk anosmia, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, mata merah, diare, atau ruam kulit.

Namun Tim Spector, profesor epidemiologi genetik di King's College London, mengatakan terjadi peningkatan jumlah pasien yang menderita gejala aneh seperti lidah Covid ( Covid tongue) dan sariawan.

baca juga: Kota Solok Jadwalkan Vaksinasi Tahap Dua Minggu Pertama Maret 2021

Gejala yang menyerang area mulut itu belum terdaftar oleh WHO sebagai gejala Covid -19.

"Satu dari lima orang dengan Covid masih hadir dengan gejala yang kurang umum yang tidak masuk dalam daftar resmi PHE (Kesehatan Masyarakat Inggris) - seperti ruam kulit. Melihat peningkatan jumlah lidah Covid dan sariawan yang aneh. Jika Anda memiliki gejala yang aneh atau bahkan hanya sakit kepala dan kelelahan tetaplah di rumah!," ujarnya dalam sebuah tweet, Kamis (14/01/2021).

baca juga: Virus Corna B117 Masuk Indonesia, Seberapa Bahayakah? Ini Jawab Pakar

Profesor Spector sendiri adalah penyelidik utama aplikasi 'ZOE COVID Symptom Study' yang memungkinkan orang untuk mendaftar dan melaporkan sendiri gejala Covid -19 mereka.

Dilansir dari The Health Site, peneliti berhipotesis bahwa banyaknya reseptor ACE2 (angiotensin converting enzyme) di jaringan mulut dapat membuat mulut menjadi area yang rentan terhadap virus corona.

baca juga: Terima Perintah Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Covid-19, Polda Sumbar Bentuk Tim

Reseptor ACE2 adalah komponen kunci dalam infeksi Covid -19 karena memfasilitasi masuknya virus ke dalam sel inang target.

Ada juga penelitian yang mendukung klaim Profesor Spector tentang gejala mulut dan lidah terkait Covid -19.

baca juga: Mutasi Virus Corona Baru B117 Ditemukan di Indonesia, Jawaban Jubir Satgas Covid-19 Timbulkan Tandatanya

Misalnya, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Evidence-Based Dentistry tahun lalu melaporkan tiga pasien Covid -19 yang mengalami ulserasi mulut atau lepuh pada mulut.

Sebuah artikel di New York Times juga membahas tentang masalah mulut seperti gigi tanggal, gusi sensitif, gigi berubah abu-abu, dan gigi retak di antara para pasien Covid -19.

Menurut para ahli, Covid -19 bisa memengaruhi tiap orang dengan cara yang berbeda. Meski sebagian besar orang yang terinfeksi akan mengalami penyakit ringan hingga sedang, beberapa mungkin mengalami gejala yang parah seperti sesak napas, kehilangan nafsu makan, kebingungan, nyeri atau tekanan yang terus-menerus di dada. Jika sudah parah, perlu adanya perawatan di rumah sakit.

Sumber : suara.com

Editor: Haswandi