Sebut Tak Usah Mengikuti Birokrasi Menghadapi Varian Baru Virus Corona, Menkes : Kita Harus Secepat Dia

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)

KLIKPOSITIF - Varian baru virus corona yang kadung menyebar ke berbagai negara di belahan dunia memaksa Indonesia harus bertindak cepat agar tidak semakin kebobolan dan memicu ambruknya sistem kesehatan nasional.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, dalam dalam menghadapi virus tidak perlu sangat terpaku pada birokrasi atau perizinan yang bisa memperlambat penanganan.

baca juga: Catat Tanggalnya, PPKM Darurat Kota Padang Dilanjutkan Hingga Agustus 2021

"Nggak usah mengikuti terlalu birokrasi, untuk beresin masalahnya, karena ini menghadapi musuh virus ini kan gerakannya cepat sekali, respon kita harus secepat dia," ujar Menkes Budi dalam acara penandatanganan MoU Kementerian Kesehatan dan Kementerian Ristek/BRIN terkait surveilans genom virus SARS CoV 2, Jumat (8/1/2021).

Menurut Menkes Budi urusan penanganan Covid -19 harus cair dan fleksibel, khususnya saat mendeteksi mutasi atau varian baru virus corona yang 70 persen lebih menular dibanding varian sebelumnya.

baca juga: Penelitian: Satu Dosis Vaksin AstraZeneca Bisa Berikan Tingkat Perlindungan 88 Persen

Kerjasama kegiatan surveilans genomic virus SARS CoV 2 antara Kemenkes dan Kemenristek/BRIN harus saling melengkapi. Untuk saling bertukar sumber daya manusia, maupun fasilitas penelitian, kedua kementerian ini tidak perlu berpatok perizinan dan surat menyurat yang prosesnya bisa memakan waktu.

Surveilans genom virus adalah aktivitas melihat dan menelusuri susunan strain atau jejak mutasi virus, seperti SARS CoV 2 yang menyebabkan Covid -19. Lewat cara ini asal virus dan perbedaan karakteristik virus bisa terlihat, dan varian baru virus corona bisa dideteksi.

baca juga: Gubernur Sumbar: Kekompakan Umat Kunci Selamatkan Bangsa dari Krisis Akibat Pandemi Covid-19

"Ini harus terjadi pertukaran yang cair ya, enggak usah terlalu banyak birokrasi, enggak usah terlalu banyak surat-menyurat, izin-izin. Pertukaran yang cair dari informasi yang cair dipertukarkan antara jaringan laboratorium ini, harus ada pertukaran resources," ungkap Menkes Budi,

"Juga saya depan Pak Bambang langsung kasih izin, Pak Bambang kalau butuh resources dari kita (Kemenkes) baik itu laboratorium, maupun sumber daya manusia harus segera kita berikan yang gampang aja. Biar cepat," pungkasnya.

baca juga: Angka Positif Covid-19 Kabupaten Kepulauan Mantawai Capai Titik Tertinggi

Lewat kerjasama ini Kemenristek/BRIN akan melibatkan seluruh peneliti dan akademisi di seluruh perguruan tinggi Indonesia, lembaga dan instansi penelitian.

Sumber : suara.com

Editor: Haswandi