Dokter Ini Sarankan Tidak Membersihkan Makeup dengan Tisu Basah, Kenapa?

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Tisu basah atau pembersih wajah berbentuk lembaran, kerap jadi andalan untuk membersihkan riasan, sebagai pengganti micelar water dan produk pencuci muka apabila tidak tersedia. Tapi ada baiknya Anda tidak mengandalkan produk yang satu ini untuk membersihkan makeup sehari-hari.

Membersihkan makeup dengan tisu basah tidaklah efektif, karena masih meninggalkan residu makeup dan kotoran di pori-pori wajah . Ini bisa menyumbat pori-pori dan menimbulkan jerawat. Hal ini telah dibuktikan dan dipraktikkan langsung melalui eksperimen oleh dokter kosmetik , Dr. Tijion Esho, melalui postingannya di Instagram.

baca juga: Presiden Joko Widodo Segera Lantik Menteri Baru

Mengutip Metro, Kamis (7/1/2021), dokter yang memiliki dua klinik kecantikan di Inggris dan Dubai itu menunjukkan betapa tidak efektifnya membersihkan wajah dengan tisu pembersih makeup, saat ia mempraktikkannya lewat kulit jeruk yang diumpamakan seperti kulit wajah berpori.

Dalam praktiknya ia mengoleskan foundation dan bedak di kulit jeruk, lalu mencoba menghapus kembali dengan tisu basah atau tisu pembersih makeup.

baca juga: Kapan Harus Mengganti Ban Motor? Ini Ciri-cirinya

Hasilnya, kulit jeruk masih tampak kusam dan ada sisa foundation yang terselip di antara serat kulit jeruk dan menyumbat pori-pori.

"Mengapa saya terus memberitahu kepada Anda tentang efek tisu pembersih makeup," tulis dr. Esho dalam caption postingan kepada lebih dari 45.000 pengikutnya.

baca juga: Terbakar di Bandara, Garuda Larang Pengiriman Ponsel Vivo

Kemudian ia menyarankan, alih-alih memanfaatkan tisu pembersih makeup, lebih baik mempraktikkan double cleansing atau pembersihan ganda, yaitu menggunakan micellar water selama 60 detik, disusul dengan mencuci muka dan menggunakan pelembap setelahnya.

"Ditambah dari sudut pandang sustainable, serat tisu ini tidak bisa terurai secara alami mencemari laut dan sumber air di bumi," terang dr. Esho.

baca juga: Jokowi Akan Bentuk Kementerian Investasi, Ini Kata Pengusaha

Editor: Eko Fajri