Sebut Virus Corona di Indonesia Tak terkendali, Dokter AS : Jangan Berharap Waktu Untuk Memperbaikinya

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

KLIKPOSITIF - Dokter di AS menyebut penyebaran virus corona di Indonesia tak terkendali. Hal ini terungkap ketika ia melakukan sesi tanya jawab di akun Twitter miliknya @FaheemYounus.

Kepala penyakit menular di Universitas Maryland ini memberi kesempatan pada seluruh followernya untuk mengajukan satu pertanyaan yang mewakilinya negaranya.

baca juga: Catat Tanggalnya, PPKM Darurat Kota Padang Dilanjutkan Hingga Agustus 2021

Seorang follower dari Indonesia dengan nama akun @mekanzoo bertanya tentang situasi pandemi di Indonesia dari sudut pandang ahli.

"Tingkat positivitas Covid -19 di Indonesia sudah mencapai 29,5%. Apa artinya ini terkait dengan situasi dan apa yang harus / tidak kita lakukan?"

baca juga: Penelitian: Satu Dosis Vaksin AstraZeneca Bisa Berikan Tingkat Perlindungan 88 Persen

Dokter yang kerap dijadikan rujukan terkait virus corona menjawab bahwa virus corona di Indonesia mulai tak terkendali. Ia juga menyebut sikap pemerintah sangat menentukan situasi pandemi.

"Indonesia: Artinya penyakit ini tidak terkendali dan kalian butuh kepemimpinan yang tulus, pesan publik yang jelas dan memastikan kepatuhan publik terhadap tindakan pencegahan," tulisnya.

baca juga: Gubernur Sumbar: Kekompakan Umat Kunci Selamatkan Bangsa dari Krisis Akibat Pandemi Covid-19

"Jangan berharap waktu untuk memperbaikinya, tindakan kita yang akan menghancurkan pandemi ini."

Pertanyaan lain yang datang dari Indonesia bertanya tentang vaksin China yang dipesan padahal belum melewati uji klinis tahap 3. Secara tidak langsung, Younus mengatakan keputusan pemerintah terlalu terburu-buru.

baca juga: Angka Positif Covid-19 Kabupaten Kepulauan Mantawai Capai Titik Tertinggi

"Saya akan meminta lebih banyak data dan saya mempertimbangkan risiko serta manfaatnya sebelum mengambil keputusan".

"Sementara itu, menggunakan masker, menghindari keramaian, mencuci tangan mungkin sama efektifnya dengan vaksin dan tidak memiliki efek samping. Kenapa terburu-buru?"

Sumber : suara.com

Editor: Haswandi