Peneliti Inggris: Angka Reproduksi Varian Baru Virus Corona Meningkat

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Sebuah penelitian menemukan bahwa varian baru virus corona lebih mudah menular daripada versi virus yang sebelumnya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa SARS-CoV-2 VUI 202012/01 memiliki peningkatan jumlah Reproduksi atau 'R' antara 0,4 hingga 0,7.

baca juga: Hari Ini 67 Pasien COVID-19 Sembuh di Tanah Datar, 18 Orang Diantaranya Warga Limo Kaum

Angka R merupakan jumlah rata-rata orang yang tertular oleh orang yang terinfeksi.

Angka R dari varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris diperkirakan antara 1,1 hingga 1,3. Sedangkan jika ingin jumlah kasus berkurang, angka R harus di bawah 1,0.

baca juga: Menkeu Sebut Perlu Kebijakan Nyata Untuk Tangani Isu Ketidaksetaraan Gender

Profesor Axel Gandy dari London's Imperial College mengatakan perbedaan antara varian virus ini cukup ekstrem.

"Ada perbedaan besar dalam hal kemudahan penyebaran varian virus. Ini adalah perubahan virus yang paling serius sejak epidemi (virus corona ) dimulai," ujar Gandy, dilansir BBC.

baca juga: Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Puskesmas Didorong Tingkatkan Tracing dan Testing

Hasil awal penelitian menunjukkan virus ini menyebar lebih cepat di kalangan orang berusia 20 tahun ke bawah, terutama di kalangan anak usia sekolah menengah.

"Namun, data terbaru menunjukkan virus corona ini dapat menyebar secara cepat ke semua kelompok umur," sambung Gandy.

baca juga: Sri Mulyani: Program PEN Bantu Penerima Manfaat Bertahan Selama Pandemi

"Satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa data awal dikumpulkan selama waktu penguncian pada November di mana sekolah dibuka dan aktivitas masyarakat lebih dibatasi. Kami melihat sekarang bahwa penularan varian virus baru telah meningkat di semua kelompok umur," lanjutnya.

Studi dari Imperial College menunjukkan penularan atau tranmisi varian baru virus corona naik tiga kali lipat selama lockdown di Inggris pada November lalu.

Sementara itu, penularan varian lama virus corona berkurang hingga sepertiganya.

Editor: Eko Fajri