Peneliti Inggris: Angka Reproduksi Varian Baru Virus Corona Meningkat

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Sebuah penelitian menemukan bahwa varian baru virus corona lebih mudah menular daripada versi virus yang sebelumnya.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa SARS-CoV-2 VUI 202012/01 memiliki peningkatan jumlah Reproduksi atau 'R' antara 0,4 hingga 0,7.

baca juga: Sikapi Sengketa Pertanahan Antara Masyarakat dengan Perusahaan, Ini Langkah Bupati Pasbar

Angka R merupakan jumlah rata-rata orang yang tertular oleh orang yang terinfeksi.

Angka R dari varian baru virus corona yang ditemukan di Inggris diperkirakan antara 1,1 hingga 1,3. Sedangkan jika ingin jumlah kasus berkurang, angka R harus di bawah 1,0.

baca juga: Kemenag Kembangkan Platform Digital Berbasis Kitab Kuning

Profesor Axel Gandy dari London's Imperial College mengatakan perbedaan antara varian virus ini cukup ekstrem.

"Ada perbedaan besar dalam hal kemudahan penyebaran varian virus. Ini adalah perubahan virus yang paling serius sejak epidemi (virus corona ) dimulai," ujar Gandy, dilansir BBC.

baca juga: Tarik Investasi Baru, Kemenperin Benahi Sembilan Hambatan Pelaku Industri

Hasil awal penelitian menunjukkan virus ini menyebar lebih cepat di kalangan orang berusia 20 tahun ke bawah, terutama di kalangan anak usia sekolah menengah.

"Namun, data terbaru menunjukkan virus corona ini dapat menyebar secara cepat ke semua kelompok umur," sambung Gandy.

baca juga: Titi Kamal Kirim Surat Terbuka pada Presiden

"Satu penjelasan yang mungkin adalah bahwa data awal dikumpulkan selama waktu penguncian pada November di mana sekolah dibuka dan aktivitas masyarakat lebih dibatasi. Kami melihat sekarang bahwa penularan varian virus baru telah meningkat di semua kelompok umur," lanjutnya.

Studi dari Imperial College menunjukkan penularan atau tranmisi varian baru virus corona naik tiga kali lipat selama lockdown di Inggris pada November lalu.

Sementara itu, penularan varian lama virus corona berkurang hingga sepertiganya.

Editor: Eko Fajri