Operasi Amandel Rico Dijamin Penuh JKN-KIS

Salah satu peserta JKN-KIS, Rico Fernando (25)
Salah satu peserta JKN-KIS, Rico Fernando (25) (Ist)

KLIKPOSITIF -- Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak 1 Januari 2014 yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan telah terbukti sudah banyak membantu masyarakat dalam hal memberikan jaminan atas biaya pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan.

Dengan semakin banyak jumlah peserta yang terdaftar saat ini, maka semakin banyak pula masyarakat yang merasakan manfaatnya.

baca juga: Presiden RI Lantik Jajaran Direksi BPJAMSOSTEK Periode 2021-2026, Optimis Jamin Perlindungan Jamsos Menyeluruh

Hal itu pula yang turut dirasakan oleh salah satu peserta JKN-KIS Rico Fernando (25), warga asal Kota Bukittinggi. Ia menceritakan pengalamannya memanfaatkan Program JKN-KIS saat menjalani operasi dan perawatan penyakit amandel serta awal mulai dirinya menderita penyakit Amandel pada tahun 2016 silam.

"Saya merasakan radang tenggorokan sehingga terasa kering, sakit dan susah untuk menelan makanan. Kemudian saya dirujuk ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut. Hasil pemeriksaan dokter, ternyata amandel saya sudah radang akut dan harus dilakukan tindakan operasi," kenang peserta JKN-KIS segmen Pekerja Penerima Upah ini pada Rabu (30/12/2020).

baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Tanah Datar Bayarkan Klaim Asuransi Rp19,2 Miliar Selama 2020

Lebih lanjut, Rico mengaku dengan berbekal kartu JKN-KIS, ia menjalani operasi dan perawatan dengan lancar dan biaya pengobatannya ditanggung oleh Program JKN-KIS.

"Operasi saya berjalan dengan lancar dan dijamin oleh BPJS (Program JKN-KIS), dengan BPJS ini saya tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk operasi dan pengobatan," aku pria yang berstatus lajang ini.

baca juga: Soal Kasus BPJamsostek, Sarbumusi, KSPN dan KSBSI Angkat Bicara

Rico mengatakan selama proses perawatan, dirinya merasa puas atas pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis dan untuk mendapatkan obat juga cukup mudah, tentunya hanya dengan mengikuti prosedur pelayanan, maka segalanya urusan pelayanan kesehatan yang ia terima terasa lancar hingga sembuh.

"Selama perawatan, saya ikuti prosedurnya, sehingga pelayanan saya lancar. Saat mulai pemeriksaan hingga perawatan di rumah sakit, saya hanya menunjukan kartu ini (JKN-KIS)," kata pria yang bekerja sebagai tenaga alih daya di salah satu instansi vertikal pemerintah di Kota Bukittinggi ini.

baca juga: Kemenkes: Pandemi Covid-19 Sebabkan Jumlah Pengobatan Pasien Kanker Menurun

Diakhir pembicaraan, Rico berharap program Pemerintah ini terus berlanjut serta kemudahan layanan kesehatan yang ia terima agar dipertahankan dan juga dapat dirasakan juga oleh peserta JKN-KIS lainnya.

"Saya harap rumah sakit dan BPJS (Kesehatan) tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada peserta dan saya juga berharap program (JKN-KIS) ini terus berlanjut karna tidak semua ekonomi masyarakat sama. Dengan prinsip gotong royong yang ada di BPJS , ekonomi masyarakat jadi terbantu untuk berobat ke rumah sakit," harap Rico.

[Rilis]

Editor: Khadijah