Studi Baru Menguji Pengaruh Suhu dan Kelembapan Terhadap Virus Corona, Ini Hasilnya

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Sebuah studi baru menguji bagaimana suhu dan kelembapan mempengaruhi struktur partikel mirip virus SARS-Cov-2 di permukaan. Mereka menemukan bahwa hanya peningkatan suhu sedang dapat merusak struktur virus, sementara kelembapan berdampak sangat kecil.

Melansir dariMedicalxpress, temuan menunjukkan bahwa ketika suhu mulai turun, partikel di permukaan akan tetap menular lebih lama. Studi ini adalah yang pertama menganalisis mekanisme virus pada tingkat partikel individu, tetapi pengamatan skala besar masih diperlukan.

baca juga: Catat Tanggalnya, PPKM Darurat Kota Padang Dilanjutkan Hingga Agustus 2021

"Anda akan mengira bahwa suhu membuat perbedaan besar dan itulah yang kami lihat. Sampai pada titik di mana kemasan virus benar-benar hancur bahkan oleh peningkatan suhu yang moderat," kata Michael Vershinin, asisten profesor di Universitas Utah yang merupakan salah satu penulis studi . .

"Yang mengejutkan adalah betapa sedikit panas yang diperlukan untuk memecahkan permukaan virus yang sangat sensitif terhadap suhu," imbuhnya.

baca juga: Penelitian: Satu Dosis Vaksin AstraZeneca Bisa Berikan Tingkat Perlindungan 88 Persen

Studi ini telah diterbitkan secara online diterbitkan pada jurnalBiochemical Biophysical Research Communications.Pada penelitian ini, para ilmuwan juga menekankan bahwa kelembapan kemungkinan penting dalam mempengaruhi seberapa cepat aerosol mengering.

Sumber: suara.com

baca juga: Gubernur Sumbar: Kekompakan Umat Kunci Selamatkan Bangsa dari Krisis Akibat Pandemi Covid-19

Editor: Rezka Delpiera