Perempuan Wajib Tahu, Ini 4 Manfaat Jika Membuat Catatan Siklus Menstruasi

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Memonitor siklus menstruasi seringkali terlupakan. Padahal aktivitas ini berperan sangat esensial dalam tahapan hidup perempuan sejak konsepsi sampai usia lanjut, termasuk untuk perencanaan keluarga.

Menurut dr. Kartika Cory, SpOG, Spesialis Obstetri dan Ginekologi, kesadaran individu untuk memahami konsep kesehatan reproduksi dengan membiasakan diri mencatat siklus menstruasi secara berkala memiliki beragam manfaat. Salah satunya adalah menjaga kualitas sistem reproduksi sedari dini.

baca juga: Direktur SDM Sebut Ada Pegawai RSUP M Djamil Padang Positif Covid-19

"Hal ini memang terkesan mudah, namun berdampak sangat besar, tidak hanya bagi individu itu sendiri, tapi juga mendukung kesejahteraan perempuan pada umumnya. Serta, memastikan generasi yang sehat dan berkualitas," ujarnya dalam acara pengenalan fitur baru Halodoc, Kalender Menstruasi , Rabu (26/11/2020) kemarin.

Apalagi, lanjut dia, banyak isu terkait kesehatan reproduksi yang akar permasalahannya dapat lebih mudah diidentifikasi jika pasien mengetahui masa menstruasi mereka.

baca juga: Ada Dua Jenis Lemak Perut, Mana yang Lebih Susah Dihilangkan?

Nah, ingin tahu manfaat dari mencatat siklus menstruasi lebih dalam? Ini dia daftarnya yang disampaikan oleh dr. Kartika.

1. Mengetahui masa subur, untuk meningkatkan peluang hamil

baca juga: Wisma Atlet Kini Rawat Hampir 5 Ribu Pasien Corona

Bagi pasangan yang tengah merencanakan kehamilan, mengetahui masa subur melalui siklus menstruasi sangat penting. Melakukan hubungan seksual pada waktu yang tepat, memiliki peluang kehamilan yang akan meningkat.

2. Sebagai alat KB alami

baca juga: Berbeda dengan Mata Minus, Kenali Penyebab Mata Silinder

Mencatat siklus menstruasi juga bisa menjadi KB alami bagi perempuan untuk menghindari kehamilan yang tidak direncanakan. Dari hal tersebut, kita tahu kapan kita boleh dan tidak boleh berhubungan agar pembuahan tidak terjadi.

3. Menangani gejala PMS

Menurut penelitian yang dipaparkan dr. Kartika, 80-90 persen perempuan akan mengalami PMS di mana 10 persen di antaranya memiliki gejala yang berat, sepertu pingsan, depresi, hingga keram perut hebat.

"Kalau tahu kapan kita memasuki masa PMS, kita juga bisa menghindari gejala yang berat atau setidaknya lebih siap," jelasnya.

4. Mendeteksi masalah-masalah yang berhubungan dengan reproduksi

Dengan mencatat siklus haid , kita bisa mengetahui masalah yang terjadi selama haid . Misalnya, periode berlangsungnya menstruasi , umumnya berlangsung antara 3-7 hari. Jika terlalu lama dan disertai keluhan lain, bisa jadi ini ada hubunhannya dengan sesuatu yang lebih serius, seperti Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS) atau gangguan hormonal dan lainnya.

Editor: Eko Fajri