Dua Kali Operasi Karena Saraf Terjepit, Nenek Elma: Untung Saya Jadi Peserta JKN-KIS

Salah satu peserta PBI JKN-KIS, Elma (72 tahun)
Salah satu peserta PBI JKN-KIS, Elma (72 tahun) (Ist)

PASAMAN, KLIKPOSITIF - Banyak masyarakat yang merasakan manfaat dari Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Manfaaat program dari pemerintah melalui BPJS Kesehatan ini dirasakan banyak oramg, terutama bagi masyarakat dengan ekonomi kelas menengah ke bawah.

Salah satu masyarakat yang merasakan manfaat ini yaitu Elma (72 tahun). Ia merupakan masyarakat asal Pasaman yang menjadi peserta PBI JKN KIS dari BPJS Kesehatan.

baca juga: Presiden RI Lantik Jajaran Direksi BPJAMSOSTEK Periode 2021-2026, Optimis Jamin Perlindungan Jamsos Menyeluruh

"Saya jadi peserta BPJS Kesehatan sejak 2010 lalu dan programnya saat itu belum JKN-KIS, kalau tidak salah nama kartunya masih Jamkesmas," kata Elma.

Ia menceritakan bahwa kartu itu selalu berguna saat dibutuhkan, terutama bagi dirinya yang hanya seorang ibu rumah tangga dan suaminya hanya seorang petani. Biasanya, sebelum menjadi peserta JKN-KIS, ia sangat takut untuk berobat ke rumah sakit. Karena ia banyak mendengar cerita dari orang-orang bahwa biaya berobat ke rumah sakit itu mahal, sehingga tak jarang ia mengobati sakitnya sebisa mungkin dengan pengobatan tradisional.

baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Tanah Datar Bayarkan Klaim Asuransi Rp19,2 Miliar Selama 2020

Namun ada kondisi yang membuatnya harus ke rumah sakit, yakni saat dirinya harus melakukan operasi mata karena saraf terjepit pada 2018. Mau tak mau ia harus ke rumah sakit dan menjalani operasi yang didengarnya memakan biaya tidak sedikit.

"Alhamdulillah saya merasa bersyukur menjadi peserta JKN-KIS. Saya pun awalnya cemas dengan biaya operasi dan pengobatan saya. Tapi ternyata tidak ada biaya sama sekali yang diminta rumah sakit. Seketika saya dan keluarga menjadi lega," katanya.

baca juga: Soal Kasus BPJamsostek, Sarbumusi, KSPN dan KSBSI Angkat Bicara

Bahkan ia menceritakan bahwa ia sempat mendapat operasi sekali lagi karena penyakitnya yang sebelumnya, tapi sama seperti sebelumnya, tak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatannya.

"Palingan biaya yang harus keluar itu ya untuk kebutuhan pribadi saja seperti makan di luar atau biaya transportasi menuju rumah sakit," tuturnya.(*)

baca juga: Kemenkes: Pandemi Covid-19 Sebabkan Jumlah Pengobatan Pasien Kanker Menurun

Editor: Khadijah