Perusahaan Bioteknologi Amerika Moderna Klaim Vaksin Covid Produksinya Lebih 94 Persen Efektif

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Hatta Rizal)

KLIKPOSITIF - Perusahaan bioteknologi yang berbasis di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat (AS) Moderna merilis data awal yang menunjukkan vaksin virus corona produksinya lebih dari 94 persen efektif dalam mencegah Covid-19.

Analisis sementara didasarkan pada uji coba skala besar terhadap 30.000 peserta. Universitas Emory mengambil bagian dalam uji coba fase satu dan tetap terlibat dalam uji coba fase tiga.

baca juga: Andre Rosiade Ingatkan Bahaya Hoaks Soal Vaksin Covid-19

" Moderna masih perlu mengajukan izin penggunaan darurat dengan Food and Drug Administration. Tapi begitu itu terjadi, badan pengatur akan bergerak "secepat mungkin" saat mengevaluasi vaksin ," menurut Alex Azar, yang memimpin Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS, seperti dikutip CNBC, Selasa (17/11/2020).

"FDA, yang diawasi oleh HHS, akan menerapkan standar yang sama untuk vaksin dari Pfizer dan mitra Jerman BioNTech," kata Azar kepada CNBC.

baca juga: Karena Hal Ini, 20.154 Tenaga Kesehatan di Indonesia Tidak Bisa Diberikan Vaksin Tahap I

Pekan lalu, perusahaan merilis data awal yang menunjukkan vaksin mereka lebih dari 90 persen efektif dalam mencegah Covid-19.

"Kami berharap aplikasi dari Pfizer dan Moderna itu akan masuk secepat mungkin (melakukan vaksin )," kata Azar pada hari Senin di "Squawk Box."

baca juga: Sebut Sinovac Adalah Vaksin Berisi Virus Mati, Jubir : Tidak Mungkin Menyebabkan Terinfeksi Covid-19

"Mereka yang berusia lanjut dan berisiko lebih tinggi terkena Covid-19 cenderung menerima prioritas dalam gelombang pertama dari dosis yang tersedia," kata mantan kepala FDA Dr. Scott Gottlieb.

Setiap negara bagian juga telah mengajukan rancangan rencana kepada pemerintah federal tentang bagaimana mereka akan mendistribusikan vaksin , setelah kemungkinan persetujuannya.

baca juga: Pemkab Tagetkan Vaksinasi Nakes di Pessel Tuntas Januari 2021

Harus ada dosis yang cukup dari vaksin Pfizer-BioNTech dan Moderna yang diproduksi pada akhir tahun ini untuk menginokulasi 20 juta orang Amerika .

Jumlah dosis yang tersedia akan meningkat secara signifikan pada tahun 2021. Itu berarti sebagian besar populasi dapat divaksinasi, membatasi seberapa efektif penularan virus.

"Jika kami dapat melakukannya, kami akan kembali ke keadaan normal pada akhir tahun depan," kata del Rio, yang juga wakil direktur Pusat Penelitian AIDS Emory.

"Jadi, untuk saat ini, kami harus menggunakan masker wajah. Kita harus terus menjaga jarak secara sosial, menghindari tempat keramaian. Tapi vaksin menawarkan harapan yang luar biasa untuk semua orang," pungkasnya.

Editor: Haswandi