Pandemi Picu Masalah Keharmonisan Hubungan? Cek Penyebab dan Cara Mengatasi

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Pandemi virus corona Covid-19 memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk keharmonisan hubungan . Pandemi membuat banyak pasangan berjuang mempertahankan hubungan jarak jauh. Sementara pasangan lain harus sering bertengkar dan berargumen selama lockdown.

Melansir dari Healthshoots, stres akibat virus corona telah mengakibatkan kekacauan hubungan . Dalam hal ini, seorang psikolog klinis terkenal dari Delhi, Dr Bhavna Barmi menyatakan ada dua hal yang membuat pandemi berpengaruh pada keharmonisan hubungan .

baca juga: Positif Covid-19, Anies Baswedan Imbau Hal Ini

1. Stres Lockdown Menimbulkan Konflik

Berada di rumah atau ruang terbatas dalam jangka panjang memang melelahkan. Tidak hanya membatasi ruang pribadi, tetapi juga dapat mengakibatkan peningkatan konflik dan perkelahian.

baca juga: Anies Baswedan Positif Corona

"Pembagian pekerjaan rumah tangga yang tidak seimbang berkontribusi terhadap konflik di antara para pasangan," kata Dr Barmi.

2. Kehilangan Keromantisan

baca juga: Hingga November 2020, Warga Solok yang Terpapar Covid-19 Berjumlah 429 Orang

Pandemi Covid-19 telah memaksa segala sesuatu menjadi online. Hal ini yang kemudian memangkas keromantisan dan keintiman pasangan yang tidak tinggal di satu rumah.

"Pasangan muda menghadapi masalah dalam menangani hubungan mereka karena aspek jarak sosial dari pandemi. Bertemu orang baru atau mengencani seseorang juga akan sulit dilakukan," kata Barmi.

baca juga: Kisah Ria Oktorina, Penyintas Covid-19 Asal Solok Sumbar

Dalam mengatasi masalah hubungan yang kemungkinan muncul selama pandemi, Dr. Barmi menyarankan untuk selalu mengingatkan diri sendiri bahwa pandemi pasti akan berlalu dan bersabar. Ia juga menyatakan bahwa dalam hubungan kunci harmonis yang paling utama adalah komunikasi.

"Komunikasi adalah kuncinya, Anda harus menyampaikan kekhawatiran Anda secara langsung. Sampaikan perasaan Anda kepada pasangan dengan cara yang konstruktif. Dengarkan pasangan dan biarkan mereka mengungkapkan kekhawatiran mereka juga," kata Barmi.

"Jelaskan bagaimana perasaan Anda dan beri tahu pasangan bagaimana perilaku mereka memengaruhi suasana hati Anda. Cobalah untuk memahami perspektif orang lain juga," tambah Dr Barmi.

Terakhir, Barmi menyarankan untuk menemukan cara produktif untuk menyalurkan amarah. Misalnya manjakan dengan malakukan meditasi, menonton film, hingga berolahraga di rumah.

Editor: Eko Fajri