Riset Ungkap Menyusui Tekan Potensi Kanker Ovarium

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Para peneliti QIMR Berghofer Medical Research Institute menemukan bahwa menyusui bayi bisa menurunkan risiko kanker ovarium. Hasil riset mereka mengungkapkan penurunan risiko tersebut bisa mencapai 24 persen atau lebih.

Dilansir dari India Today, penelitian juga menunjukkan semakin lama seorang perempuan menyusui, maka semakin besar penurunan risikonya. Studi tersebut telah dipublikasikan di jurnal JAMA Oncology. Penulis senior Australia dan kepala Grup Kanker Ginekologi QIMR Berghofer, Profesor Penelope Webb mengatakan menyusui dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah untuk mengembangkan semua kanker ovarium. Bahkan pada jenis paling mematikan yang disebut tumor serous derajat tinggi.

baca juga: Kesadaran Gaya Hidup Sehat Meningkat, Ini Dukungan Pemerintah Untuk Industri Jamu dan Sejenisnya

"Secara keseluruhan, risiko terkena kanker ovarium turun 24 persen untuk perempuan yang menyusui. Bahkan mereka yang menyusui anak mereka selama tiga bulan atau kurang memiliki risiko sekitar 18 persen lebih rendah terkena kanker ovarium," kata Profesor Webb.

Para ibu yang menyusui anak mereka selama lebih dari 12 bulan masing-masing menurunkan risiko 34 persen. Manfaat menyusui ini berlangsung setidaknya selama 30 tahun setelah seorang perempuan berhenti menyusui. Profesor Webb mengatakan studi internasional ini melibatkan peneliti dari Ovarian Cancer Association Consortium yang memeriksa data dari 9973 perempuan dengan kanker ovarium dan 13.843 perempuan kontrol.

"Beberapa penelitian sebelumnya telah mengaitkan menyusui dengan penurunan risiko kanker ovarium, tetapi yang lain tidak menemukan hubungan tersebut. Jadi kami ingin melihat ini dalam penelitian yang jauh lebih besar untuk mengklarifikasi hubungan tersebut," kata Profesor Webb.

baca juga: Benarkah Jantung Anda Sehat? Ketahui dengan Cara Mudah Ini

Penelitian juga menunjukkan bahwa menyusui bahkan dalam waktu yang singkat dapat membantu mengurangi risiko kanker. Penelitian ini didasarkan pada penelitian sebelumnya yang dilakukan di Institut yang menemukan bahwa menyusui juga dikaitkan dengan penurunan risiko kanker endometrium (kanker rahim).

Editor: Ramadhani