Riset Ungkap Konsumsi Minuman Beralkohol Meningkat Selama Pandemi

Minuman beralkohol
Minuman beralkohol (net)

KLIKPOSITIF - Penelitian terbaru menunjukkan tingkat konsumsi alkohol di Amerika Serikat meningkat tajam selama pandemi virus corona.

Dilansir dari Gulf News, survei nasional di AS yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Network Open menunjukkan peningkatan konsumsi alkohol cukup banyak terjadi di kalangan perempuan, dengan kisaran 41 persen.

baca juga: Kesadaran Gaya Hidup Sehat Meningkat, Ini Dukungan Pemerintah Untuk Industri Jamu dan Sejenisnya

Secara keseluruhan, ada peningkatan sebesar 14 persen di antara orang dewasa berusia di atas 30 tahun, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Disebutkan, peningkatan 19 persen terjadi di antara orang dewasa usia 30-59 tahun, 17 persen di antara perempuan, dan 10 persen di antara orang dewasa non-hispanik.

"Kami memiliki informasi anekdotal tentang orang yang membeli dan mengonsumsi lebih banyak alkohol, tetapi ini adalah beberapa informasi berbasis survei pertama yang menunjukkan seberapa banyak konsumsi alkohol telah meningkat selama pandemi ," kata Michael Pollard dari RAND Corporation, pemimpin studi

baca juga: Benarkah Jantung Anda Sehat? Ketahui dengan Cara Mudah Ini

Konsumsi alkohol, sambung Pollard, dapat memiliki dampak negatif yang siginifikan, jadi informasi ini menunjukkan cara lain bahwa pandemi dapat mempengaruhi kesehatan dan mental orang AS.

Penelitian yang diikuti oleh 1.540 orang dewasa ini mencari tahu terkait konsumsi alkohol responden selama musim semi 2019 dan musim semi 2020, ketika bulan-bulan awal diberlakukannya penguncian akibat pandemi .

baca juga: Positif Covid-19, Anies Baswedan Imbau Hal Ini

Para peneliti menyebut bahwa lonjakan menyoroti perlunya seluruh penyedia layanan kesehan dan anggota keluarga untuk menyadari risiko peningkatan penggunaan alkohol dan minuman keras selama pandemi . Penemuan ini juga menunjukkan bahwa penelitian di masa depan harus memeriksa apakah peningkatan konsumsi alkohol terus berlanjut bersamaan dengan pandemi , dan apakah kesejahteraan psikologis dan fisik selanjutnya terpengaruh.

Editor: Ramadhani