Malas Merawat Kulit Selama Pandemi?, Ini yang Akan Terjadi

ilustrasi
ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Selama pandemi yang membuat kita lebih banyak berdiam diri di rumah, kebiasaan kita dalam merawata kulit juga ikut berubah. Dari yang tadinya rajin dan rutin memakai skincare , kini menjadi malas-malasan. Alhasil, terjadi perubahan kulit dari yang tadinya mulus menjadi berjerawat, atau menjadi kusam.

Banyak orang kemudian menyalahkan skincare yang menyebabkan kulit jadi ketergantungan. Berhenti memakai skincare dianggap penyebab dari semua masalah kulit ini. Benarkah demikian?

baca juga: Peringatan Hari Cuci Tangan Sedunia, Perawat SPH: Kebersihan Tangan Dapat Pengaruhi Kesehatan

Dokter spesialis kulit dan kelamin dr. Erlina Pricilla Sitorus, Sp.DV membantah anggapan itu. Menurutnya, pakai skincare tidak menyebabkan ketergantungan.

Dalam IG Live Perdoski beberapa waktu lalu, dr. Erlina juga mengatakan bahwa perubahan kulit selama pandemi ini lebih disebabkan karena proses perawatan kulit terhenti. Padahal, karena merupakan sel hidup, kulit harus dirawat dan mendapat nutrisi setiap hari.

baca juga: Pj. Sekda Sumbar Ajak Masyarakat Perkuat Prokes

"Jadi, sebenarnya bukan ketergantungan (skincare), tapi kulit kita organ hidup membutuhkan nutrisi," katanya.

Tidak hanya membutuhkan produk perawatan, kulit juga membutuhkan nutrisi yang didapat dari makanan yang diedarkan oleh darah. Nah, apabila tidak menjaga asupan nutrisi dari makanan dan hanya mengandalkan skincare , saat berhenti menggunakan skincare , maka wajar jika kulit berubah menjadi kusam karena tidak mendapat nutrisi.

baca juga: Capaian Vaksinasi Lansia di Pariaman Rendah, Dinkes Upayakan Hal Ini

"Tentunya berjalannya usia, juga ada faktor-faktor penuaan. Kita tinggal bukan seperti dahulu lagi, di tempat yang banyak hutan dan udara bersih, faktor itu yang mempengaruhi kulit ," terangnya.

Terlebih di masa pandemi ini, kita banyak berdiam diri di rumah, untuk makan hanya mengandalkan jasa pesan antar, jarang berolahraga dan minim mengonsumsi makanan sehat, maka kulit juga akan sakit.

baca juga: Pariaman Zona Kuning Covid-19, Pemda Masih Izinkan Objek Wisata Buka

Editor: Eko Fajri