Bahagia Bisa Dicapai dengan Mengatur Ritme Tidur

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Penelitian mengungkap tidur selama tujuh jam dapat membuat seseorang merasa bahagia menjalani harinya. Penelitian ini dilakukan ahli dari University of Arizona di Tucson, Amerika.

"Orang yang sangat bahagia mendapatkan tidur selama tujuh jam dan enam menit," kata Penulis Studi yang merupakan seorang asisten peneliti di Program tidur dan Kesehatan Universitas of Arizona di Tucson, Sierra B. Forbush.

Sementara itu, National Health Service (NHS) merekomendasikan tujuh jam adalah jumlah minimum tidur untuk orang dewasa, tapi di dalam studi itu menyatakan bahwa dengan menambah enam menit lebih lama itu lebih baik lagi. Sejalan dengan penelitian sebelumnya, studi baru ini menemukan bahwa wanita berjuang paling keras untuk mendapatkan tidur malam yang nyenyak, sedangkan mereka yang melaporkan bahwa mereka memiliki jam tidur paling sedikit madalah orang yang paling tidak bahagia saat menjalani harinya.

baca juga: Tak Sekadar Bumbu Dapur, Ini Khasiat Bawang Putih untuk Kesehatan

"Kita sudah tahu bahwa ada hubungan yang kuat antara jumlah tidur yang kita dapatkan dan kesejahteraan fisik maupun perasaan kita, bahkan saat ini nampaknya ada batasan jam tidur yang sangat ketat saat telah dilakukannya studi. Ada yang mengatakan bahwa mereka kurang bahagia saat kurang tidur karena tidurnya hanya enam jam 54 menit," kata Sierra.

Studi sebelumnya terhadap 2.000 orang menunjukkan bahwa kurang tidur dari 6 jam 48 menit jam tidur beresiko bagi seseorang mengalamu ketidakbahagiaan dalam hubungan, rasa kekhawatiran terus-menerus, dan tidak pernah sedikit pun merasa bersyukur saat menjalani hari. Laporan tersebut juga menyatakan, mereka menemukan bahwa orang-orang yang tidur pada waktu yang sama setiap malam, jauh lebih sehat dan sukses daripada mereka yang tidak memiliki jam teratur pada tiap malam.

baca juga: Politisi PDI Perjuangan: Jangan Ada Justifikasi Masker Scuba atau Masker Kain

Penelitian baru yang dilakukan dengan menggunakan buku harian tidur yang mengukur ritme tidur dan sirkadian pada 61 mahasiswa di Harvard College selama 30 hari, kemudian membandingkan data tersebut dengan kinerja akademis mereka. Sangat banyak, siswa dengan pola tidur dan terjaga yang tidak teratur memiliki nilai rata-rata lebih rendah daripada yang mereka yang memiliki jam tidur yang teratur dengan rutinitas yang banyak maupun yang sedikit.

"Mereka juga sering tertidur lebih sering pada beraktifitas seharian dan berjuang untuk mengantuk tiap malam, karena pelepasan melatonin yang tidak teratur, sehingga hormon yang membuatnya ingin tidur dalam waktu yang tidak teratur juga," tutur Sierra.

baca juga: DPR Minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab

Di sisi lain, ia mengklaim bahwa kurang tidur dan dan tidak mengganti jam tidur saat akhir pekan dapat meningkatkan kesempatan seseorang mengalami penyakit jantung. Para ilmuwan dari University of Arizona di Tucson bahkan menghitung resiko untuk mereka yang kurang tidur dapat terkena penyakit jantung. Mereka mengatakan, setiap jam tidur lebih lambat dari biasanya akan mengalami peningkatan 11 persen terkena penyakit jantung.

Inilah efek dari apa yang para ahli sebut 'social jet lag', yaitu memiliki pola tidur yang berbeda pada akhir pekan daripada selama minggu kerja.

baca juga: Ingin Kulit Wajah Lebih Sehat, Ini Cara Alami Mengatasi Jerawat

Namun tidur lebih lama dari waktu yang ditemukan para ahli melalui studi menemukan bahwa tidak memiliki manfaat kesehatan , jika jam tidur lebih lama dari biasanya. "Hasil ini menunjukkan bahwa keteraturan tidur, melebihi durasi tidur saja, memainkan peran penting dalam kesehatan kita," katanya.

Ia menunjukkan bahwa jadwal tidur yang teratur mungkin merupakan pengobatan pencegahan penyakit jantung yang efektif, relatif sederhana, dan murah serta banyak masalah kesehatan lainnya

Editor: Ramadhani