Virus Corona Diduga dapat Menyebar di Udara, Ilmuwan Rancang Filter Udara

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Belum lama ini, sekelompok ilmuwan internasional mengumumkan virus corona dapat menyebar di udara. Mereka lalu mendesak Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ) untuk meninjau kembali permasalan ini.

Belakangan, akhirnya WHO mengatakan akan mengeluarkan laporan ilmiah baru untuk menanggapi simpulan para ilmuwan tersebut.

baca juga: Hasil Swab Guru Negatif, Aktivitas di SMKN 1 Sutera Kembali Dibuka

Datang dari pernyataan ini, sekelompok ilmuwan telah merancang filter udara yang mereka klaim dapat menangkap dan membunuh virus corona secara instan.

Ini adalah gagasan para ilmuwan dari University of Houston (UH) di AS. Mereka telah menerbitkan makalah tentang itu di jurnal Materials Today Physics.

baca juga: Pemprov Sumbar Akan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Peneliti mengklaim filter baru ini dapat menjebak SARS-CoV-2 dan langsung menetralisirnya. Para peneliti menguji prototipe dan menemukan alat tersebut dapat membunuh 99,8% virus dan 99,9% spora bakteri mematikan Bacillus anthracis penyebab antraks saat sekali melewati filternya.

Mereka menambahkan, filter dapat membantu mengurangi penyebaran virus corona di ruang tertutup seperti ruang kelas, rumah sakit, gedung perkantoran, pesawat terbang, dan kapal pesiar.

baca juga: Update COVID-19 di Sumbar per 14 Agustus, Positif 1.299, Sembuh 869, Meninggal 38

Cara Kerja Filter Udara Ini

Dilansir The Health Site, filter udara baru ini dibuat dari busa nikel yang dipanaskan hingga 200 derajat Celcius. Penelitian menunjukkan virus corona tidak dapat bertahan hidup pada suhu di atas 70 derajat Celcius.

baca juga: Wali Kota: Bukittinggi Zona Merah COVID-19

Filter dipanaskan secara listrik. Ini meminimalkan jumlah panas yang keluar dari filter, memungkinkan pendingin udara berfungsi dengan tekanan yang sangat rendah.

Para peneliti sedang merencanakan peluncuran perangkat secara bertahap, dimulai dengan industri-industri penting di mana para pekerja berisiko tinggi terpapar virus. Mereka percaya penggunaan filter baru ini akan meningkatkan keselamatan pekerja.

Editor: Eko Fajri