Studi: Remaja yang Suka Begadang Rentan Mengidap Asma dan Alergi

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Begadang merupakan kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Sebab, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam ERJ Open Research, ditemukan hasil di mana remaja yang lebih suka begadang dan bangun di pagi hari lebih mungkin menderita asma dan alergi, dibandingkan dengan mereka yang tidur dan bangun lebih awal.

Seperti dilansir dari Medical Xpress, gejala asma diketahui sangat terkait dengan jam internal tubuh, tetapi ini adalah studi pertama yang melihat bagaimana preferensi tidur individu memengaruhi risiko asma pada remaja.

baca juga: Riset Ungkap Obat Kumur Bisa Bantu Nonaktifkan Virus Penyebab Covid-19

Para peneliti mengatakan penelitian ini memperkuat pentingnya waktu tidur untuk remaja dan membuka saluran penelitian baru tentang bagaimana tidur memengaruhi kesehatan pernapasan remaja.

Pemimpin penelitian, dr. Subhabrata Moitra dari divisi kedokteran paru di University of Alberta, mengatakan bahwa asma dan penyakit alergi adalah umum pada anak-anak dan remaja di seluruh dunia dan prevalensinya meningkat.

baca juga: Pagi Ini, Satu Lagi Pasien COVID-19 Meninggal Dunia di RSAM Bukittinggi

Paparan polusi dan asap tembakau berkontribusi, namun masih perlu mencari tahu lebih banyak. " Tidur dan 'hormon tidur ' melatonin diketahui memengaruhi asma , jadi kami ingin melihat apakah preferensi remaja untuk begadang atau tidur lebih awal bisa terlibat dalam risiko asma mereka," ujarnya.

Studi ini melibatkan 1.684 remaja yang tinggal di Bengal Barat, India, berusia 13 atau 14 tahun. Setiap peserta ditanya tentang mengi, asma, atau gejala rinitis alergi, seperti pilek dan bersin.

baca juga: Terus Bertambah, Jumlah Kasus COVID-19 Kota Solok Capai 55 Orang

Mereka juga ditanyai serangkaian pertanyaan untuk menilai apakah mereka 'tipe malam', 'tipe pagi' atau di antaranya, seperti jam berapa malam atau malam mereka cenderung merasa lelah, kapan mereka akan memilih untuk bangun dan bagaimana lelah mereka merasakan hal pertama di pagi hari.

Para peneliti membandingkan gejala remaja dengan preferensi tidur mereka, dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain yang diketahui memengaruhi asma dan alergi, seperti di mana para peserta tinggal dan apakah anggota keluarga mereka merokok.

baca juga: Kasus COVID-19 Terus Bertambah di Padang, Disdik Pastikan Belum Laksanakan PBM Tatap Muka

Peneliti menemukan bahwa kemungkinan menderita asma adalah sekitar tiga kali lebih tinggi pada remaja yang suka menunda tidur malam alias begadang dibandingkan dengan mereka yang lebih suka tidur lebih awal.

Peneliti juga menemukan risiko menderita rinitis alergi dua kali lebih tinggi pada mereka yang terlambat tidur dibandingkan dengan mereka yang lebih awal tidur .

Namun peneliti tidak dapat memastikan bahwa begadang menyebabkan asma , walaupun ada fakta bahwa hormon tidur melatonin sering kali tidak sinkron pada orang yang terlambat tidur . Hal itu, pada gilirannya dapat memengaruhi respons alergi remaja.

"Kita juga tahu bahwa anak-anak dan remaja semakin terpapar cahaya dari ponsel, tablet, dan perangkat lain, dan begadang di malam hari. Bisa jadi itu mendorong remaja untuk meletakkan perangkat mereka dan tidur sedikit lebih awal. akan membantu mengurangi risiko asma dan alergi. Itu sesuatu yang perlu kita pelajari lebih lanjut," ujar dr. Subhabrata Moitra.

Editor: Eko Fajri