Awas, Banyak Tes Antibodi Virus Corona Palsu Dijual Onilne

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Biro Investigasi Federal (FBI) telah mengeluarkan peringatan terhadap penipu yang menjual tes antibodi Covid-19 palsu di internet.

Di tengah pandemi coronavirus, para peneliti telah bekerja untuk membuat tes yang dapat mendeteksi antibodi Covid-19 pada manusia. Namun, tidak semua tes yang tersedia saat ini telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA).

baca juga: Hasil Swab Guru Negatif, Aktivitas di SMKN 1 Sutera Kembali Dibuka

Karena banyak orang khawatir dan kewalahan oleh wabah, mereka cenderung beralih ke apa pun yang mereka temukan online untuk mengurangi kecemasan mereka atas situasi tersebut.

Menurut FBI, penipu sudah mulai menjual tes antibodi Covid-19 palsu secara online. Demikian seperti dilansir dari Medical Daily.

baca juga: Pemprov Sumbar Akan Sanksi Pelanggar Protokol Kesehatan

Selain menemukan penipuan untuk pembelian tes palsu, lembaga penegak hukum menyatakan bahwa pelanggan juga dapat menempatkan informasi pribadi mereka dalam risiko karena nama, tanggal lahir dan data kesehatan pribadi mereka dapat diambil oleh para scammer.

FBI mengatakan bahwa begitu para penipu memiliki akses ke data pribadi klien ,mereka dapat menggunakannya dalam skema asuransi dan pencurian identitas.

baca juga: Update COVID-19 di Sumbar per 14 Agustus, Positif 1.299, Sembuh 869, Meninggal 38

"Scammers memasarkan penipuan dan / atau tes antibodi Covid-19 yang tidak disetujui, berpotensi memberikan hasil yang salah, "kata FBI dalam sebuah pernyataan.

Mereka melanjutkan, selain itu, penipu berusaha mendapatkan informasi pribadi individu (nama, tanggal lahir, nomor Jaminan Sosial, dll.) dan informasi kesehatan pribadi, termasuk informasi Medicare dan / atau asuransi kesehatan swasta, yang dapat digunakan dalam asuransi kesehatan masa depan atau skema pencurian identitas

baca juga: Wali Kota: Bukittinggi Zona Merah COVID-19

Badan tersebut menyatakan bahwa orang harus waspada terhadap pengujian antibodi yang dipasarkan di platform media sosial, email, panggilan telepon, dan platform lainnya. Para scammer bisa menipu orang dengan menawarkan tes atau insentif gratis. Yang lain menawarkan tes dengan imbalan uang tunai.

FBI juga telah memperingatkan scammers yang dapat menghubungi orang melalui email atau telepon, mengklaim bahwa mereka dari pemerintah atau mereka adalah pejabat kesehatan masyarakat yang melakukan tes antibodi COVID-19.

Editor: Eko Fajri