Studi Terbaru: Jaga Jarak 2 Meter Tekan Resiko Penularan Covid-19 Hingga 1,3 Persen

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF - Sebuah penelitian baru menemukan bahwa infeksi penularan Covid-19 bisa terjadi sebesar 2,6 persen, apabila jarak fisik dilakukan 1 meter dari orang yang terinfeksi Covid-19. Ini artinya penyakit ini bisa menular kurang dari ke tiga dari 100 orang. Sementara itu 13 dari 100 orang akan terinfeksi virus jika tidak ada aturan jaga jarak sama sekali.

Penelitian yang didanai Organisasi kesehatan Dunia ( WHO ) ini juga mengungkap bagaimana berdiri terpisah sejauh 2 meter lebih efektif mencegah penularan, karena risiko terinfeksi hanya sebesar 1,3 persen. Langkah yang cukup efektif, meski tidak bisa melindungi penularan yang seutuhnya.

baca juga: SD di Pessel Kembali Daring, Wali Murid Sesalkan Kebijakan Pemkab

Dilansir dari Daylimail melihat penelitian ini, akhirnya memicu para politisi dan pengusaha membuat risiko penularan menjadi kecil, sehingga bisa melonggarkan pembatasan dengan tetap menjaga jarak sejauh 2 meter akan sebanding dengan mengaktifkan kembali sektor ekonomi.

Di sisi lain, WHO hanya merekomendasikan menjaga jarak sejauh 1 meter. Di Prancis dan Italia misalnya yang disarankan jaga jarak hanya 1 meter, sementara itu di Jerman dan Australia telah menerapkan aturan sejauh 1,5 meter.

Penelitian ini dipublikasi di laman Lancet yang dilakukan sesuai dengan pedoman WHO , dengan meninjau data dari 172 penelitian terkait penyebaran Covid-19, SARS dan MERS. Sehingga kesimpulannya adalah, menjaga jarak lebih dari 1 meter dengan orang lain terkait dengan risiko penularan jauh lebih rendah dibanding dengan jaga jarak kurang dari 1 meter.

Penelitian ini juga menambah bukti bahwa masker harus dikenakan ditransportasi umum dan di kawasan sibuk. Ini karena dari hasil penemuan risiko tertular virus saat memakai masker hanya 3 persen, jauh lebih rendah dibanding tidak memakai masker berisiko 17 persen tertular.

baca juga: Kasus Cvid-19 Global Terus Bertambah, Harga Emas Dunia Ikut Melambung

Editor: Ramadhani